Komari ; Tidak Ada Potongan PIP Disekolah Kami

INFODESA31 Dilihat

Lampung Selatan, Infodesanews.com – Lagi-lagi Dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 1 Way Gelam Diduga terjadi pemotongan Rp 50 ribu per siswa dari Rp.450/ siswa yang di terima. Informasi pemotongan Dana PIP di ketahui setelah terbit surat pembaca di salah satu media cetak Lampung Post Edisi Rabu (1/11/2017).

Wali murid penerima dana PIP menuliskan dalam Surat pembaca bahwa merasa keberatan dengan adanya potongan tersebut.

Berdasarkan penelusuran Infodesanews.com Kepala SDN 1 Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, membantah dengan adanya pememotong uang Program Indonsea Pintar (PIP) sebesar Rp50 ribu/siswa.

“Tidak ada pemotongan sama sekali, karena uang dicairkan langsung oleh siswa dan wali murid ke BRI,” kata Komari selaku Kepala SDN 1 Way Gelam, kepada Infodesanews.com, saat di mintai keterangan Rabu(1/11/2017)

Komari mengatakan dari 205 siswa, yang ada hanya 42 siswa yang mendapat bantuan dari Program pemerintah pusat, Program Indonesia Pintar (PIP) dan Pihak sekolah hanya mengusulkan siswa yang akan menerima program tersebut berdasarkan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar.

“Kami hanya usulkan dan mengeluarkan SK, selanjutnya urusan pencairan dilakukan siswa yang di antar oleh wali murid langsung,” kata dia.

Sedangkan tuduhan pemotongan itu, tidak benar dan “saya siap untuk diperiksa jika ada pemotongan. untuk membuktikan tuduhkan itu,” kata Komari.

Sementara itu, Harjana selaku Pengawas SDN di Kecamatan Candipuro, mengaku sejauh ini belum ada laporan mengenai adanya pemotongan dana PIP.

“Dari 10 SDN yang di bawah pengawasan saya, tidak ada laporan pemotongan sama sekali,” ujarnya.

Hal senada di ungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Candipuro, Nurhasanah bahwa pencairan PIP sebesar Rp450 ribu/siswa dilakukan siswa itu sendiri langsung ke BRI.

“dan Pihak sekolah tidak ada yang mengantar ke BRI, mereka diantar orang tua masing-masing, jadi tidak mungkin ada pemotongan,” kata Nurhasanah mantan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sidomulyo itu.

Karna penggunaan PIP itu diperuntukkan untuk kebutuhan siswa. Akan tetapi sejauh ini masih banyak siswa penerima PIP yang tidak menggunakan dana itu untuk kebutuhannya. (SG)