Luar biasa, Bolu Amor pecahkan Rekor MURI dan Dunia

INFODESA128 Dilihat

BOGOR,INFODESANEW- CV. Amor Group dengan Brand Bolu Amor berdiri sejak tanggal 29 Desember 2010. Saat ini Bolu Amor sudah memeiliki 32 outlet yang tersebar di beberapa Kota, Sukabumi, Depok dan Bogor.

Bolu Amor menggunakan bahan-bahan dasar lokal dalam pembuatan makanan produksinya seperti kue dengan bahan dasar talas yag lebih di kenal dengan bolu lapis talas, selain itu Bolu Amor juga memproduksi kue-kue lain seperti, bolu pisang browies, aneka roti, kue basah dan mocha,

General maneger CV. AMOR GOUP, Gamal Hasan “selain pengembangan olahan makanan, perusahaan bolu Amor juga turut berupayanberkontribusi terhadap edukasi dengan mengenalkan produk makanan berbahan dasar lokal. Pemahaman yang baik di masyarakat akan menuntun masyarakat untuk memilih produk-produk makanan yang enak namun tetap sehat dan halal.”

Bolu amor dalam rangka mengembangkan usahanya untuk go internasional pada hari Sabtu 9 September 2017 menggelar event Bolu Amor Memecahkan rekor MURI dengan kategori “BOLU TALAS TERPANJANG DI DUNIA” yang di selenggarakan di Kebon Raya Bogor,

Chef Cahyadi, chef yang membuat bolu lapis talas yang di gelar untuk pemecahan rekor MURI mengatakan bahwa hampir 30 orang personil terlibat dalam pembuatan kue ini.

“ Pembuatan kue selama 36 jam dengan melibatkan 30kurang lebih 30 personil yang berasal dari outlet-outlet kami. Kue ini menghabiskan kurang lebih 800 kg bahan baku,” kata Chef Cahyadi

“Event ini merupakan tantangan dari owner kami yang mengatakan bahwa salah satu gol kami di 2017 adalah bolu Amor go internasional ini saya anggap sebagai starting awal untuk mewujudkan tantangan dari owner Kami. Setelah ini saya masih punya strategi lain karena masih banyak makanan yang belum saya keluarkan untuk Bolu Amor,” tambah Cahyadi.

Ridwan Darusalam pemilik CV.Amor Goup dari Sukabumi membenarkan penjelasan yang di lontarkan oleh Chef Cahyadi.

“Pemecahan rekor MURI adalah start awal kami untuk go internasional, sebelum go internasional langkah awalnya sebelum franchise yah kami melakukan  pemecahan rekor Muri ini sebagai pembuktian dengan tim kita juga. Kami mempersiapkan kegiatan ini selama satu bulan, hampir semua tim kami membantu acara ini. Kami juga akan membuka franchise-franchise di kota lain eperti jakarta dan akan memulai go internasional,” jelas Ridwan.

Sarjana Perikanan IPB ini memulai usahanya dari Sukabumi pada akhir tahun 2010 dengan produk bolu pisang karena Sukabumi adalah salah satu pengghasil bisang dengan kualitas pisang yang cukup baik,

“Sesuai dengan kebutuhan yang semakin meningkat, saya memulai berbagai usaha akhirnya saya memutuskan untuk memulai memproduksi Bolu Pisang di Sukabumi setelah itu baru memproduksi bolu talas di bogor karena saat itu di bogor sedang marak bisnis bolu talas yang dijadikan makanan khas Bogor sebagai oleh-oleh,” tambah Ridwan

Saat ini omset per bulan pengusaha muda ini mencapai 1 milyar lebih. Ridwan yang selain owner Bolu Amor menjabat juga sebagai Ketua TDA Kota Sukabumi,” Kalau kita bicara bisnis kita harus melihat sekelilingnya, TDA itu salah satu wadah yang cukup bagus untuk mengembangkan usaha, karena di sana itu banyak program yang cukup membantu dan jaringan network yang cukup banyak.”

Senior Manager Rekor MURI, Yusuf Ngandri mengatakan bahwa kuliner Indonesia ini sangat banyak dan patut untuk di tunjukan, Bolu Amor berhahil memecahkan Rekor MURI dengan Bolu talas terpanjangng di dunia.

“seperti yang saya sampaikan bahwa Indonesia ini kaya dengan berbagai macam kuliner. Nah talas yang identik dengan Bogor adalah salah satu bahan untuk membuat kue, hari ini klita saksikan bersama sebuah perusahanaan Bolu Amor telah membuat rangkaian kue talas sepanjang 622,33 m setebal 3,3 cm dengan lebar 7 cm, ini adalah pemecahan rekor baru karena kami klasifikasikan kue yasanulan dengan kue lain. Dengan arti kue lapis talas di satu kelas kan dengan kue yang lang lain seperti brownies, rainbow cake dan lain lain. Dan saat ini kita saksikan Bolu Amor berhasil memecahkan rekor terbaru di kelas kue klasifikasi ini,” papar Yusuf Ngandri. (ry)