Menjelang Natal dan Tahun Baru Pemda Blora Gelar Operasi Pasar

INFODESA39 Dilihat

BLORA. Infodesanews.com – Pelaksanaan operasi pasar dengan mengambil tempat di Pasar Rakyat Jepon Pemda Blora melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) yang bekerja sama dengan Bulog Sub-divre II Pati, pada hari Kamis (21/12/2017) .

Sejumlah sembako diantaranya beras, minyak goreng dan gula. Sejak pagi masyarakat sudah mengantri untuk mendapatkan barang yang dijual lewat operasi pasar dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang sama.

Hadir dalam operasi pasar tersebut, Bupati Djoko Nugroho yang diwakili oleh Asisten 2 Sekda Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Slamet Pamudji SH. M.Hum, Kepala Dindagkop UKM, Ir. Maskur, MM, dan Kepala Perum Bulog sub-Divre II Pati Muhammad Taufiq.

Slamet Pamudji SH. M.Hum kepada tim media Humas Protokol Setda Blora mengatakan bahwa operasi pasar ini dilaksanakan untuk stabilisasi harga sembako di pasaran yang mulai naik di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

“Seperti beras, di pasaran harganya sudah mencapai Rp 9200 per kg. Lewat operasi pasar, kita jual beras dari Bulog dengan harga Rp 8100 per kg dalam kemasan 5 kg. Sehingga harganya lebih murah dengan kualitas yang sama. Begitu juga dengan minyak dan gula,” ucapnya.

Dengan demikian, Slamet Pamudji berharap harga sembako tidak naik secara signifikan, sehingga tidak memberatkan masyarakat kecil yang kurang mampu. Secara tidak langsung, maka para pedagang yang menjual sembako di atas harga operasi pasar akan menurunkan harga jualnya.

Adapun Kepala Dindagkop UKM, Maskur mengatakan bahwa operasi pasar di Pasar Rakyat Jepon ini kali pertama dilakukan di Kabupaten Blora menjelang Natal dan Tahun Baru 2018. Menurutnya operasi pasar juga akan dilaksanakan di beberapa pasar tradisional lainnya secara bertahap dengan menggandeng Bulog.

“Hari ini di Jepon, besok di Pasar Blora, dilanjutkan Pasar Ngawen, Pasar Kunduran, dan Pasar Cepu. Diupayakan juga ke Pasar Todanan. Selama harga di pasaran masih normal, kita tidak akan melaksanakan operasi pasar. Operasi pasar hanya akan dilaksanakan di pasar tradisional yang harganya mulai naik di atas HET,” jelas Maskur. (rsa-Tim AR)