Perang Peredaran PCC Di Blora, Sat Res Narkoba Gelar Rakor Dinas Terkait

INFODESA34 Dilihat

Blora, Infodesanews.com – Maraknya pemberitaan dari Kendari terkait adanya puluhan korban yang diduga mengonsumsi flakka obat jenis PCC (parasitamol, cafein, carissoprodol).Polres Blora dalam hal ini Sat Narkoba pada hari Senin tanggal 18 September 2017 pukul 10.00 Wib. menggelar Rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten Blora yang diwakili oleh Instansi terkait diantaranya:

  1. –  Dinas kesehatan oleh Nanik Sri Mulyaningsih
  2. –  IAI (ikatan opoteker. indonesia) di wikili oleh Ratiana kartina. S.fam. Aptoker.
  3. –  Ahli farmasi pengurus cabang Blora , ibu Luna Budiyanti.

Dengan agenda membahas peredaran gelap dan penyalah gunaan obat PCC (parasitamol, cafein, carissoprodol) yang sedang marak supaya tidak masuk ke wilayah Blora.

Kapolres Blora AKBP. Saptono,S.I.K,M.H melalui Kasat Res Narkoba AKP Suparlan S.H, kepada Reporter Tribratanewspolresblora. go.id. meminta kepada semua pihak maupun orang tua agar lebih memperhatikan lingkungan sekitar tempat anak-anak biasa bermain.

“Cek sekitar lingkungan kita, apakah ada yang menjual, biasanya Narkoba jenis ini beredar dengan ciri disamarkan seperti multivitamin atau permen isap yang biasa disukai anak-anak,” ujarnya.

Meskipun sampai saat ini belum ada laporan ataupun munculnya korban di wilayah hukum Blora, Kapolres Blora menganggap peredaran Narkoba jenis baru ini perlu menjadi perhatian bersama.

“Efeknya sangat berbahaya lebih dari Narkoba jenis apa pun. Bila mengonsumsi ini bisa jadi seperti ‘zombi’, korban hilang kesadaran sampai tidak mengenal dirinya. Seperti yang terjadi di Kendari, itu sangat luar biasa efeknya,” ucap Kapolres Blora .

Selain mengimbau masyarakat, Kapolres Blora dalam waktu dekat ini akan mengajak seluruh Elemen masyarakat termasuk instansiterkait membahas langkah dan upaya yang harus dilakukan untuk mencegah peredaran flakka.

Selesai rapat koordinasi  dilanjutkan  dengan kegiatan sidak ke Apotik K24. Blora dan Apotik wahyu sejati. Kegiatan berjalan lancar dan tidak ditemukanpenyalahgunaan obat tersebut.(AR/SHT)