POSYANDU Desa Krocok melaksanakan Vaksinasi Measles Rubella

INFODESA76 Dilihat

Blora, Infodesanews.com – Kegiatan Posyandu di desa krocok, Kecamatan Japah, Kabuapetn Blora melaksankan pemberian vaksinasi gratis campak dan Rubella (MR – Measles Rubella) pada anak-anak Balita.

Puluhan warga desa Krocok di berikan vaksinasi ini diperuntukan pada anak-anak mulai usia 9 bulan hingga dibawah usia 15 tahun. Tampak hadir Kepla Desa Krocok, Ketua Tim PKK desa Krocok, Parangkat Desa Krocok, kader – kader Posyandu, Tim Kesehatan ( Bidan Desa Krocok ).

Dalam kesempatan itu kepala desa krocok, kecamatan Japah, Kabupaten Blora Ratman yang turut dalam pemberian vaksinasi mengungkapkan keguanaan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit campak dan rubella secara tepat di wilayah desa Krocok.

“ ini adalah bentuk antisipasi terhadapa virus Measles Rubella yan sedang marak dan menjadi momok yang menakutkan bagi warga kami, oleh sebab itu melalui program pemerintahan melalui pemberian vaknisi gratis ini kita mendorong semua warga yang usia 9 bulan hingga dibawah usia 15 tahun untuk di vaksinasi,” ungkapnya.

Senada dengan itu pula bidan desa Krocok Iswatun yang sedang melaksanakan imunisasi mengungkapkan kepada Infodesanews program pemrintah memalui dinkes ini, vaksinasi MR sangat penting untuk kesehatan warga Negara yang usia bayi hingga remaja.

“Imunisasi campak saja tidak cukup, harus diikuti dengan vaksin MR. Dengan imunisasi ini diharapkan bisa menurunkan angka keterjangkitan campak pada bayi usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun,” ungkap Iswatun.

Dijelaskan Akibat terkena virus MR ini pada ibu hamil, lanjutnya, bisa berdampak dua kemungkinan abortus dan lahir dengan cacat. Menurutnya penyakit campak memiliki gejala ringan. Akan tetapi, kalau terjadi komplikasi seperti pneoumonia, meningitis, dan diare bisa berbahaya menyebabkan kematian.

Ditambahkan bidan Iswatun, teknis imunisasi mengikuti jadual Puskesmas dan Posyandu. Semua tenaga Puskesmas yang ada akan diterjunkan secara terjadual, dan tidak semua kader kesehatan bisa melakukan. Ini karena vaksin diberikan melalui injeksi sehingga harus tenaga teknis kesehatan profesional yang melakukannya.

“Agar program sukses, semua elemen masyarakat untuk mensukseskan pemberantasan ancaman terjangkitnya penyakit Measles Rubella (MR). Dan pihak dengan melibatkan langsung lintas sektor dan mitra kesehatan di kecamatan-kecamatan,” pungkasnya (AR)