Tanggap Darurat Bendungan Tempuran terhadap Bencana

INFODESA33 Dilihat
BLORA, Infodesanews.com – Sosialisasi Pertemuan Konsultasi Masyarakat sekitar Bendungan Tempuran terhadap renencana Tindak Darurat Bendungan Tempuran, disaat Terjadi Bencana secra resmi di buka Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (1/11).
Pertemuan diselenggarakan di Ruang Pertemuan Bappeda Kabupaten Blora ini dihadiri oleh Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana, V. Untoro Kurniawan, ST.MM.MT beserta para Kades dan Kalur sekitar Bendungan Tempuran. Dilaksanakan sebagai upaya untuk mempersiapkan kesiagaan tanggap darurat bagi pengelola bendungan agar selalu siap menghadapi kondisi terburuk dari bendungan yang dikelolanya.
Dalam sambutannya, Djoko Nugroho mengatakan bahwa hal ini penting dilakukan karena menyangkut keselamatan warga di sekitar bendungan.
“Keselamatan adalah yang utama. Untuk itu, acara ini sangatlah penting sebagai langkah antisipatif dari pihak-pihak terkait apabila terjadi kerusakan pada bendungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Djoko Nugroho juga menekankan kepada para Kades dan Kalur di sekitar bendungan untuk terus memberikan sosialisasi kepada warganya yang terpengaruh potensi kegagalan bendungan. Dengan demikian, diharapkan akan dapat menekan angka korban jiwa bila terjadi kerusakan bendungan.
Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho mengatakan perlunya sirine sebagai tanda bahaya apabila terjadi hal-hal darurat. Dia juga menginginkan diadakannya gladi mekanisme tindak darurat bagi warga sekitar bendungan.
“Perlu ada sirine tanda bahaya supaya warga seketika bersiap siaga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu juga perlu digladikan kepada warga,” tandasnya.
Dari data yang di dapatkan Infodesanews.com, Bendungan Tempuran dibangun antara tahun 1911 s/d 1916. Bendungan ini berada dalam sistem Sungai Serang Lusi Juana terdiri atas Sungai Jajar, Sungai Serang, Sungai Wulan, Sungai Lanang, Sungai Lusi dan anak sungainya, Sungai Juana dan anak sungainya, Sungai Bum, Sungai Kumpulan dan sungai-sungai kecil lainnya yang berhulu di lereng Gunung Muria. Bendungan Tempuran dapat menampung air sebanyak kurang lebih 2.090.000 meter kubik dan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air pada daerah irigasi seluas 420 ha.( Aras/ Tim Humas).