Teguhkan Jiwa Pancasila dan Nilai Kebangsaan, Perwathin Sanggar Solo Gelar Perdana Pementasan Teater Wayang Garuda

SOLO – INFODESANEWS.COM, Di tengah tantangan dan dinamika bangsa, masyarakat mesti tetap berpijak pada Pancasila serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu upaya memantapkan nilai-nilai kebangsaan adalah dengan Pagelaran Teater oleh Perwathin Sanggar Solo melalui pentas Teater Wayang Pancasila dengan Lakon ‘Jaga NKRI’ yang sarat nilai-nilai kehidupan, pada Sabtu (30/3/) pukul 20.00 WIB di Perwathin Sanggar Solo Jl. Bromantakan No 3 Punggawan Mangkubumen.

Wakil Ketua Perwathin Sanggar Solo Drs. Suyanto mengatakan Pagelaran Teater Wayang Pancasila atau Wayang Garuda di Sanggar Perwathin selain berkaitan dengan pelestarian budaya, pergelaran wayang garuda tersebut juga bertalian dengan pemantapan jiwa Pancasila terhadap diri masing-masing warga.

Menurutnya, yang terjadi belakangan antara lain adanya krisis mental, moral, dan jati diri. ”Karena itu, dari pementasan wayang pancasila ini, kita bisa mengambil apa yang menjadi tuntunan dalam pergelaran wayang. Kita harus saling melengkapi dalam gotong royong agar semakin makmur dan sejahtera,” ujar Suyanto.

Adapun Pagelaran Teater Wayang Pancasila di Sanggar Perwathin Solo menampilkan lakon Jaga NKRI. Acara itu merupakan kerja sama Perwathin Sanggar Solo bekerjasama dengan Djarum Foundation.

Prawoto ‘Owot’ Susilo selaku penyelenggara, menuturkan, Teater wayang pencasila sangat penting dalam menghadapi perkembangan globalisasi serta teknologi informasi. Sebab, fenomena itu berpotensi memberikan dampak terhadap hilangnya kebudayaan lokal. “Seni Wayang harus terus dipentaskan. Kalau tidak, lama-lama akan tergerus dan hilang. Ini kewajiban bagi seluruh warga untuk melestarikan,” katanya.

Lebih lanjut, Owot menuturkan, pergelaran teater wayang pancasila juga untuk meningkatkan harmonisasi dalam berbangsa dan bernegara. Lewat lakon yang dimainkan, diharapkan juga akan tersampaikan pesan-pesan kebangsaan serta pentingnya menjaga Pancasila, keutuhan NKRI, dan kemajemukan di masyarakat.

Selain itu juga untuk meningkatkan apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap keragaman seni tradisional dan kreativitas budaya. Hal itu berpengaruh untuk meningkatkan karakter dan jati diri bangsa. ”Ini hiburan yang sarat nilai moral dari tokoh-tokoh pewayangan yang ditampilkan,” ucapnya.

Sementara itu salah satu sesepuh Perwathin Heri, yang juga hadir menyaksikan pagelaran wayang mengatakan, bahwa dalam lakon jaga NKRI yang dimainkan dalam teater wayang pancasila kali ini mengajarkan nilai-nilai filosofi tentang kepemimpinan dan tentang apa yang harus dilakukan, sehingga masyarakat bersama pemimpinnya memiliki hubungan yang saling mendukung. Nilai-nilai itu tentunya sangat penting diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pandangan yang sama juga dilontarkan Sintya Candraningrum Warga Mangkubumen. Menurutnya, pentas tersebut merefleksikan nilai-nilai Pancasila. “Didalamnya berisikan wejangan hastha brata, yakni delapan pedoman yang bersumber pada sifat dan watak delapan unsur alam. Hastha brata sangat penting bagi kehidupan sosial masyarakat Indonesia karena memuat nilai-nilai Pancasila dalam kepemimpinan dan bersosial masyarakat,” ungkapnya usai pagelaran.

Sekedar diketahui, pementasan kali pertama teater wayang pancasila ini merupakan besutan karya Pengurus Sanggar Perwathin Solo, Prawoto Owot Susilo sebagai Pimpinan Produksi dan Sutradara Sutrisno Bagong. Sementara pemain, Bayu, Princes, Ainul, Dahono, Sutris dan Hanifah. Team Produksi, Tongsis, Bunda, Ayib dan Jambul.

Gelaran budaya hasil kerjasama Djarum Foundation di Sanggar Perwathin tersebut sempat menyita perhatian warga. Antusiasme warga dalam menyaksikan cukup tinggi, terbukti dengan membludaknya penonton yang memadati Sanggar. (Redslo)