Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (7 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (10 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (17 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (17 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (18 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (20 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (21 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA 18 Agustus 2021, 15:02 WIB 1,522 PDF

12 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan Wakil Ketua I DPRD Lamsel Minta Jadi Prioritas

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

12 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan Wakil Ketua I DPRD Lamsel Minta Jadi Prioritas
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Warga dari Dua Desa, Desa Siringjaha dan desa Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo meminta pembangunan ruas Jalan Kihajar Dewantara yang menghubungkan dua Desa tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Purwotani, Siringjaha, Rusli saat mendampingi wakil ketua I DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono, melakukan kunjungan kerja dalam rangka Reses Ke-II masa sidang tahun 2021 di daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi 3 Kecamatan yakni Kecamatan Sidomulyo, Way Panji dan Kecamatan Palas, Rabu (18/8/2021)

Menurut Kepala Desa Siring Jaha, jalan tersebut merupakan satu satunya akses yang menghubungkan Desa Siringjaha-Banjarsuri,

“Pembangunan jalan tersebut sangat digadang gadang oleh semua warga, sebab jalan itu merupakan satu-satunya akses yang di lalui oleh warga beraktivitas sehari hari selain untuk menguluarkan hasil bumi jalan tersebut juga satu satunya akses menuju ke tempat pendidikan SMP Negeri 3 Sidomulyo.”ujar Rusli.

Dikatakan sejak tahun 2009 ruas jalan Kihajar Dewantara penghubung antar desa Siring Jaha-Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, kondisinya rusak parah dan sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

“Padahal ruas Jalan tersebut hanya tinggal 2,1 kilometer dari 3,2 kilometer dari panjang keseluruhan, karena pada tahun 2018 lalu tidak keseluruhan dari 3,2 kilometer di bangun hanya 1,1 kilometer yang dibangun.

“Sebenarnya pada tahun 2019 lalu jalan tersebut sudah masuk e-Plening dalam pembangunan pada tahun 2019 bahkan tahun 2020 ini juga masuk e-Plening dalam pelaksanaan pembangun. Tapi hingga saat ini belum ada realisasinya.” kata dia dihadapan wakil ketua DPRD Lampung Selatan yang didampingi kepala UPT Dinas PU-PR Kecamatan Sidomulyo, Tupon.

Kami sudah sangat lelah mengharapkan pembangunan jalan tersebut. Kalau memang pihak pemerintah tidak mau membangun dengan dana APBD, kami akan lakukan pembangunan dengan mengunakan Dana Desa (DD)

“Saya berharap dengan kehadiran bapak Agus Sartono, sebagai penyalur aspirasi dan keinginan masyarakat dapat terealisasi, Sukur-sukur di tahun depan sudah terealisasi pembangunannya.”pungkas Rusli.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono, mengatakan bakal kawal dan menjadikan e-Pokir legeslatif.

“Mudah-mudahan pembangunan jalan tersebut terealisasi di tahun depan dan tepat waktu.”kata politisi dari Fraksi PAN

Menurutnya pembangunan Jalan tersebut merupakan e-Pokir dengan kata lain hasil dari aspirasi dan usulan masyarakat saat Reses.

“Saya berharap kepada pemerintah kabupaten dapat merealisasikan pokok pokok pikiran masyarakat yang disampaikan melalui DPRD dan menjadikan catatan atau e-Pokir saat menampung aspirasi masyarakat.”ujarnya.

Agus juga mengatakan, “Jika e-Pokir para dewan tidak ada yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan pembangunan, maka keparcayaan masyarakat akan menurun bahkan masyarakat tidak ada lagi yang percaya terhadap kerja DPRD sebagai wakil yang menyampaikan aspirasi.

“Hal itu pun akan berdampak terhadap kinerja pemerintah daerah, maka perlu adanya kerjasama dan koordinasi antara legeslatif dan eksekutif untuk dapat terlaksananya pembangunan.”pungkas Agus. (Red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi