Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (7 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (7 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (15 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (17 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (18 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (19 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (22 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (23 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (1 hari yang lalu)
INFODESA 09 Oktober 2018, 18:30 WIB 520 PDF

180 Ribu Relawan Dicari Untuk Mendampingi Ibu Hamil Jawa Tengah

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

180 Ribu Relawan Dicari Untuk Mendampingi Ibu Hamil Jawa Tengah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG, INFODESANEWS – Guna menurunkan angka kematian ibu (AKI) melahirkan di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencari 180.000 relawan pendamping ibu hamil risiko tinggi.

Sejumlah lembaga pun sudah menyatakan kesiapannya sebagai upaya nyengkuyung penurunan angka kematian ibu (AKI) melahirkan dengan peningkatan sumber daya manusia, yang kemudian bisa saling mengawal dan mengawasi periode kehamilan.

Hal tersebut Ganjar ucapkan pada Pertemuan Steering Committe untuk Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir di Jawa Tengah, di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (9/10/2018).

“Ini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Jateng sudah punya program 5NG, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Ini sebenarnya ada temannya, yakni one student one client,” kata Ganjar.

One student one client merupakan program pendamping 5NG, di mana setiap ibu hamil mendapat pendampingan. Ganjar menjelaskan, sebenarnya student itu tidak berarti harus mahasiswa, tapi juga bisa kelompok masyarakat, LSM, pemerhati, kelompok atau pihak manapun yang peduli. Dengan program 5NG, Pemprov Jateng telah berhasil menurunkan angka kematian ibu sebanyak 14 persen atau 88,58 per 100 ribu kelahiran. Angka itu melampaui batas dari target yang ditetapkan SDG’s sebesar 3% pertahun atau 90 per 100 ribu kelahiran hidup.

Ganjar meminta pada forum tersebut, agar melahirkan reformulasi terkait penanganan AKI dan AKB. Dia menghendaki masukan apa yang mesti diperbaiki, muncul anggaran, kapasitas, infrastruktur, sistem evaluasi, fasilitas.

“Terus saya hitung, berapa rata-rata orang hamil per tahun di Jawa Tengah? Yang bermasalah berapa? Nah kita cari relawan untuk mendampingi ibu hamil yang bermasalah,” katanya.

Berdasarkan data dinas kesehatan Provinsi Jawa Tengah, pada 2017 jumlah ibu hamil mencapai 596.349 dan 20 persennya atau sekitar 124.276 merupakan ibu hamil dengan risiko tinggi.

“Kita cari relawan sekitar 180.000. Kita harapkan kalau itu didampingi ceknya rutin, bagaimana asupan gizinya, kondisi hariannya, diantarkan, ditungguin sampai dia melahirkan. Kalau sampai dia melahirkan mereka ditunggui, InsyaAllah ini bisa mengurangi risiko kematian yang ada,” katanya.

Sehingga, kata Ganjar, kalau terdapat kendala di lapangan segera diatasi. Misalnya, jika ibu hamil dengan risiko tinggi ini desanya jauh di remote area dia perlu nginep dan standby. Sehingga relawan pendamping tersebut bisa memberi masukan agar dekat dengan pelayanan.

“Atau jika menghendaki pelayanan yang lebih bagus atau dokter lebih bagus ya sudah ditaruh di rumah singgah. Dipaksa diedukasi agar mereka nyaman yang penting mereka selamat,” katanya.

Meskipun saat ini program one student one client memang kontributor terbesarnya masih dari kampus, menurut Ganjar tidak menutup kemungkinan kontribusi berbagai pihak.

“Ormas agama akan masuk. Nanti kita dorong dari PKK, posyandu banyaklah. 180 ribu tidaklah banyak jika dibanding 35 juta warga Jateng. Tentu banyak orang yang peduli soal ini,” katanya.

Menanggapi tawaran dari Ganjar, salah satu peserta forum dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Udinus, MG. Catur Yuantari mengaku siap mengerahkan mahasiswa sebagai relawan.

“Kami siap mengerahkan 200 mahasiswa untuk one student one client,” katanya.(Humas Jateng/Aras)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi