Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (14 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 22 November 2024, 06:48 WIB 2,005 PDF

2030 Kopi TB Komitmen Tangani TBC di Indonesia

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

2030 Kopi TB Komitmen Tangani TBC  di Indonesia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di paru. Kondisi ini, kadang disebut juga dengan TB paru.

Bakteri tuberkulosis yang menyerang paru dan menyebabkan gangguan pernapasan, seperti batuk kronis dan sesak napas.

Untuk mengeliminasi Tuberkulosis atau TB di Indonesia, Koalisi Organisasi Profesi Indonesia, Kopi TB) menggelar seminar dengan tema Pertemuan Koordinasi Tim DPPM P2TB Dalam Rencana Kerja Implementasi PPM Ekspansi TPT Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024.

Kopi TB merupakan gabungan dari beberapa organisasi profesi yang di ketuai oleh dr Wahyu Wibisana, dengan visinya Kopi TB Berkomitmen Menangani TB di Indonesia pada tahun 2030.

Untuk meningkatkan kualitas dan capaian Program TBC, dibutuhkan adanya penguatan jejaring layanan dengan melibatkan fasyankes pemerintah maupun swasta (Public-Private Mix/PPM). Ditingkat kabupaten/kota, dikenal istilah District-based Public Private Mix (DPPM) TBC.

Untuk mengetahui permasalahan, Program TBC di Kabupaten Lampung Selatan, perlu kontribusi dan keterlibatan faskes dalam jejaring PPM.

Hal tersebut disampaikan dr. Wahyu Wibisana pada pertemuan koordinasi Tim DPPM/P2TB Dalam Rencana Kerja Implementasi PPM ,Ekspansi TPT Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024 yang dipusatkan di Hotel Raden Intan Syariah Natar Kabupaten setempat, Kamis (21/11/2024)

Menurutnya, Penderita TBC biasanya mengalami gejala lain seperti berkeringat di malam hari dan demam.

“Pengobatan penyakit tuberkulosis membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang insten. Ini mencegah risiko terjadinya resistensi antibiotik,”kata ketau IDI Cabang Lampung Selatan itu.

Diketahui kegiatan tersebut dihadiri pihak Dinkes, Bapeda, Iniatif Lampung Sehat, Dinas PMD Dinas Sosial dan seluruh UPT Puskesmas seluruh seluruh pihak Rumah Sakit Se-Lampung Selatan. (red)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi