Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (6 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (6 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (7 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (7 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (22 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu)
INFODESA 14 Desember 2017, 17:44 WIB 2,463 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

21 Mahasiswa Fkip Untidar Magang Kerja Di Gambang Resort City Malaysia

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

21 Mahasiswa Fkip Untidar Magang Kerja Di Gambang Resort City Malaysia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Magelang, Infodesanews.com – Sebanyak 21 mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar mengikuti program magang luar negeri selama kurang lebih 1 bulan yaitu pada 8 November – 13 Desember 2017. Kegiatan ini bekerjasama dengan Bukit Gambang Resort City, Pahang Darul Makmur, Malaysia sebuah kawasan pariwisata, hotel serta universitas seluas 3000 hektare.

“Mereka adalah mahasiswa semester 5 yang mengambil mata kuliah English for Spesific Purpose khususnya lagi English for Tourism (EFT). Tidak hanya lancar berbahasa Inggris mereka juga dituntut untuk berinteraksi dengan para tamu atau wisatawan yang berkunjung di resort tersebut. Tantangan lainnya, wisatawan tidak hanya dari bangsa Melayu/Malaysia namun juga negara lain,” jelas Ali.

Pelaksana harian program magang kerja EFT ini menuturkan bahwa sebelum diputuskan berangkat, mahasiswa telah melalui proses seleksi mulai dari kesehatan, kepercayaan diri, kesiapan dan kemampuan berbahasa Inggris. “Dalam 1 minggu mereka akan bekerja selama 5 hari (Rabu-Minggu) dengan jam kerja 8 jam/hari. Hari Senin merupakan hari libur dan Selasanya mereka akan mendapatkan materi tourism dan event management dari pengelola resort,” tambahnya.

Selain proses seleksi yang ketat, peserta juga harus menyiapkan dana minimal Rp 3,5 juta untuk kebutuhan tempat tinggal dan makan 3x sehari. Kendala biaya ini yang menjadi alasan utama sebagian mahasiswa mengurungkan niatnya untuk mengikuti program magang di Malaysia ini.

Total mahasiswa yang mengambil mata kuliah English for Specific Purpose adalah 120 mahasiswa dimana 60 orang mengambil spesifikasi EFT dan sebagian lainnya mengambil English for Children (EFC). Hanya 21 mahasiswa EFT yang akhirnya berangkat ke Malaysia, sisanya melaksanakan program magangnya di Desa Wisata Candirejo, Borobudur.

“Magang di luar negeri adalah sebuah pengalaman baru dimana melatih kami menjadi lebih mandiri, menghargai pekerjaan dan toleransi antar budaya, ras dan agama. Pertama kali bertemu dengan guest atau tamu dimana kami harus menjelaskan informasi dalam bahasa Inggris this is the real practice,” tutur Wahyuningsih, salah satu peserta EFT di Malaysia.

Pada akhir magang setiap peserta akan mendapatkan uang saku sebesar 600 ringgit atau setara hampir 1 juta rupiah. Jika mereka mengambil jam lembur diluar magang mereka akan dibayar lagi 60 ringit atau 18 ribu per jamnya. Selain itu, semua peserta EFT akan mendapatkan sertifikat magang dari Imperia Academy Tourism Sendirian Beuhad,sebuah akademi/universitas di wilayah Bukit Gambang Resort.

“Semoga magang tahun depan tidak hanya di Malaysia namun juga di negara tetangga lainnya sehingga wawasan lebih luas,” tambah Wahyu.

“Pertama kali dilaksanakan di UNTIDAR, program magang luar negeri ini khususnya bagi mahasiswa FKIP semoga membawa pengalaman yang positif dan kedepannya dapat kita kembangkan lagi,” tutur Prof. Dr. Sukarno, M.Si., Dekan FKIP.

Sesuai dengan Visi dan Misinya, FKIP UNTIDAR menargetkan menjalin kerjasama dengan negara-negara tetangga Indonesia atau di wilayah Asia Tenggara dalam 10 tahun pertama ini. Sebelumnya, FKIP juga pernah mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di Sekolah Kebangsaan Bandar Sungai Buaya, Sekolah Menengah Kebangsaan Bandar Sungai Buaya dan sekolah lain di Hulu Selangor, Malaysia. (Magang/DN/HDN)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi