Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (17 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (20 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (23 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 27 Maret 2018, 05:20 WIB 2,632 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

40 Ha Sawah Tahun 2018 Target Mina Padi di Banyumas

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

40 Ha Sawah Tahun 2018 Target Mina Padi di Banyumas
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Purwokerto, Infodesanews.com – Seiring meningkatnya kebutuhan pangan dan semakin terbatasnya lahan untuk memproduksi ikan hasil budidaya khususnya untuk budidaya ikan di air tawar, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Banyumas pada trahun 2018 menargetkan 40 Ha untuk mina padi. Budi daya ikan dengan sistem mina padi merupakan combined and integrated farming antara budidaya ikan dan budidaya padi di sawah.

 

Kepala Dinkannak Sugiyatno mengatakan daerah yang akan dikembangkan meliputi beberapa kecamatan antara lain Ajibarang Cilongok Karanglewas, Kedungbanteng, Kembaran, Kemranjen dan Sumpiuh. Menurutnya untuk mina padi kali ini akan berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, karena selama ini mina padi sebagian besar hanya untuk pembenihan, tetapi kali ini untuk pembesaran.

 

“Nantinya disekitar pematang ada lahan kurang lebih 1 meter, untuk kolam, inilah yang kan digunakan untuk kolam,” katanya

 

Sugiyatno menambahkan melalui mina padi, produktifitas sawah diyakini akan meningkatkan produksi ikan secara organik dan ramah lingkungan, baik dari padi yang dihasilkan maupun hasil panen dari ikan. Selain itu, mina padi juga dipercaya akan mencegah hama tanaman padi seperti tikus dan lainya karena disekitar ada kolam airnya.

 

“Petani Banyumas agak terlambat dibandingkan dengan daerah lain, mengingat mina belum dianggap penambah penghasilan, untuk itu dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi dan mengajak para petani untuk belajar ke daerah yang telah maju budidaya mina padinya,” katanya

 

Semakin meningkatnya produksi mina padi. menurutnya juga akan berpengaruh pada inovasi seperti pengelolaan air yang efisien, minimnya penggunaan pestisida dan obat-obatan, berkurangnya penggunaan pupuk kimia dan rendahnya serangan hama.

 

“Dan yang pasti, petani mendapatkan tambahan pendapatan dari ikan yang dibudidayakan,” punkasnya.(Parsito)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi