Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 16 November 2022, 08:03 WIB 933 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

500 Ekor Kambing dan 5 Ton Beras Dimasak di Dapur Masjid Ar-Riyadh

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

500 Ekor Kambing dan 5 Ton Beras Dimasak di Dapur Masjid Ar-Riyadh
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Penyelengaraan event haul ke-111, panitia ternyata sudah menyiapkan 500 kambing dan lima ton beras untuk memasak hidangan nasi kebuli untuk tamu dan peserta yang datang.

Bahan tersebutl dimasak dengan arang di dapur Masjid Riyadh, Pasar Kliwon. Sejumlah juru masak dan relawan terjun untuk mengolah bahan tersebut menjadi nasi kebuli.

Hidangan yang memiliki cita rasa kambing yang kuat ini memang jadi menu utama setiap event haul. Biasanya, jamaah akan berebut untuk mencicipinya.

Habib Ali bin Hasan, putra imam masjid Ar Riyadh menjelaskan, menu nasi kebuli tersebut dimasak menggunakan arang. Dengan maksud meminimalisasi risiko.

Salah satu juru masak nasi kebuli, Anik mengungkapkan, setiap harinya dari tanggal 12 November kemarin pihaknya memasak sekitar 3,5 kuintal bahan.

“Ini sekitar 40an kambing, untuk nasinya biasanya kita kali enam dari bahan. Masak sekitar 3-4 jam an karena pakai arang. Sekali masak bisa untuk ribuan orang,” ungkapnya. (*/red Slo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi