Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (4 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu)
INFODESA 25 Februari 2019, 22:25 WIB 373 PDF

635 Warga Difabel Blora, Membutuhkan Bantuan Kaki Dan Tangan Palsu.

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

635 Warga Difabel Blora, Membutuhkan Bantuan Kaki Dan Tangan Palsu.
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA,INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten Blora terus memberikan perhatian kepada komunitas difabel atau penyandang disabilitas yang tergabung dalam organisasi Difabel Blora Mustika (DBM), agar mereka bisa mandiri dan beraktifitas layaknya orang normal.

Senin siang, Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si mendatangi sekretariat DBM yang ada di Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kota. Kedatangannya untuk melakukan pendampingan dan memberikan semangat kepada para difabel yang sedang mengikuti pengukuran bantuan tangan mekanik.

Setidaknya ada enam orang difabel yang mengikuti pengukuran kali ini, meskipun sebenarnya masih banyak yang membutuhkan bantuan kaki dan tangan palsu. Pengukuran dilakukan oleh Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Jawa Tengah yakni Vita dan suaminya.

Ghofur, salah satu penyandang disabilitas sekaligus Ketua DBM mengatakan bahwa data sementara ada 635 orang difabel di Kabupaten Blora. Namun belum semua didata menurut kekurangannya, sehingga butuh pendataan agar lebih enak untuk mengajukan bantuan kaki atau tangan palsu.

Kali ini pihaknya bekerjasama dengan P3D Jawa Tengah untuk memperoleh bantuan tangan mekanik. Yakni tangan palsu yang bisa digerakkan untuk memegang suatu benda seperti gelas, botol dan sebagainya.

“Kami undang Mbak Vita dari P3D untuk datang ke Blora melakukan pengukuran tangan teman-teman difabel. Saat ini baru sembilan tangan, tiga pasang untuk tiga orang dan tiga tangan untuk tiga orang yang patah tangan sebelah. Harapannya nanti bisa lebih banyak lagi,” ucap Ghofur.

Melihat semangat Ghofur dan kawan-kawan yang ingin mendapatkan bantuan tangan mekanik ini, Wakil Bupati pun merespon. Pihaknya ingin mengusahakan pelatihan pembuatan kaki dan tangan palsu di Kabupaten Blora.

“Semangat teman-teman difabel Blora agar bisa hidup mandiri ini sangat luar biasa. Kita akan upayakan agar di Blora bisa dilaksanakan pelatihan pembuatan kaki dan tangan palsu, sekaligus bengkelnya agar teman-teman yang jumlahnya lebih dari 600 ini bisa mendapatkan alat bantu lebih mudah,” ucap Wakil Bupati.

Wakil Bupati akan mencoba mencarikan bantuan dari CSR beberapa organisasi yang bergerak di bidang sosial dan perusahaan besar yang ada di Kabupaten Blora.

“Akan coba kita carikan bantuan CSR dari beberapa organisasi dan perusahaan. Yang penting data difabelnya disiapkan dulu sebaik-baiknya, by name by addres, sekaligus disabilitas apa yang disandangnya. Agar dalam mengajukan bantuan CSR bisa lebih mudah. Tolong nanti Dinsos P3A Kabupaten Blora bisa mengawal proses ini,” lanjut Wakil Bupati.

Taufiq, salah satu difabel dari Desa Getas, Kecamatan Kradenan juga datang dalam kegiatan ini bersama istrinya. Ia juga ikut diukur tangannya untuk mendapatkan bantuan tangan mekanik.

“Alhamdulillah ini ada pengukuran tangan mekanik, semoga nanti dalam keseharian bisa lebih lancar ketika melakukan aktifitas. Saya sehari hari jualan, beli dagangan dari Ngawi untuk dijual di Desa saya. Semoga kedepan bisa lebih banyak lagi difabel Blora yang mendapatkan bantuan seperti ini,” ujar Taufiq.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, petugas P3D Jawa Tengah dan segenap anggota komunitas DBM. ***Tim Berita Blora/Red

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi