LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Kisah pilu dialami dua bocah asal Dusun Tanjung Iman Desa Sukamaju Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan. Sejak kedua orang tuanya berpisah, mereka terpaksa tinggal bersama sang kakek yang hidup dalam keterbatasan.
Kondisi itu menjadikan keduanya sebagai korban broken home yang rawan kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan lebih baik.
Kabar tentang keadaan mereka sampai ke telinga seorang anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Tergerak oleh rasa kepedulian, Agus Sartono didampingi Camat dan kepala Desa serta Ka UPT PRI Kecamatan Sidomulyo, turun langsung dan memberikan jaminan pendidikan agar kedua bocah ini tetap bisa bersekolah.
“Anak-anak tidak boleh kehilangan hak pendidikan hanya karena menjadi korban keadaan. Kami pastikan mereka tetap bisa melanjutkan sekolah, karena masa depan mereka masih panjang,” kata anggota dewan yang duduk di komisi VI itu saat meninjau langsung di kediamannya, Kamis (11/9/2025)
Sang kakek yang selama ini menjadi tumpuan hidup cucunya pun tidak mampu menyembunyikan rasa haru. “Saya hanya bisa bersyukur. Semoga kebaikan ini menjadi jalan masa depan cucu-cucu saya,” katanya dengan suara bergetar.
Kehadiran anggota DPRD itu mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka menilai langkah ini sebagai wujud nyata peran wakil rakyat yang benar-benar hadir untuk masyarakat kecil, terlebih anak-anak yang menjadi korban broken home.
Camat setempat, Fran Sinatra Adung yang turut mendampingi menyampaikan apresiasi. Menurutnya, langkah anggota DPRD tersebut menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap dunia pendidikan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari wakil rakyat.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Semoga menjadi contoh bagi pihak lain untuk peduli terhadap anak-anak yang membutuhkan uluran tangan,” ujar Camat Sidomulyo.
Senada, Kepala Desa Sukamaju Junaidi menegaskan bahwa pihaknya juga akan terus berupaya mengawal agar anak-anak di desanya mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.
“Anak-anak adalah aset desa, aset bangsa. Kami bangga ada wakil rakyat yang mau turun langsung membantu. Insyaallah, pemerintah desa pun akan terus hadir untuk mendukung kebutuhan pendidikan warga kami,”ungkanya. (Red)