Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (11 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (14 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (16 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (18 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (18 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (18 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (18 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 21 September 2018, 23:16 WIB 2,505 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ajakan Ganjar Pranowo Kawal Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ajakan Ganjar Pranowo Kawal Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SLAWI, INFODESANEWS – Mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehatan (Stikes) diharapkan berkiprah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar mereka. Kontribusi dapat dilakukan melalui program kuliah kerja nyata (KKN) yang bersifat tematik.

“Mudah-mudahan Stikes menjadi episentrum perubahan kesehatan yang hebat. Saya usul Stikes KKN-nya didorong tematik. Binalah desa-desa tertentu, bisa melalui komunikasi, aktivitas fisik maupun edukasi agar pola hidup bersih dan sehat dapat benar-benar membudaya di kalangan masyarakat,” terang Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH MIP saat meresmikan gedung Sekretariat Stikes Bhamada di Kecamatan Slawi, Jumat (21/9/2018).

Lebih khusus, alumnus UGM itu meminta mahasiswa kebidanan di Stikes Bhamada untuk mengawal program pendampingan bagi ibu hamil yang disebut Jateng gayeng nginceng wong meteng (5NG). Ganjar membeberkan, program tersebut berjalan cukup baik di Kabupaten Brebes. Angka kematian ibu melahirkan (AKI) di sana semula tinggi. Namun karena program 5NG gencar dilakukan, akhirnya AKI berhasil ditekan.

“Bantu saya menyukseskan program Jateng gayeng nginceng wong meteng. Itu pengalaman Brebes bagus, dulu (AKI-nya) tinggi, begitu intens dilakukan kemudian (AKI) turun. Jateng gayeng nginceng wong meteng itu sebenarnya sampai pranatal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Tri Sanja Husada dr. Maufur menerangkan, Stikes Bhamada meluluskan 2.963 mahasiswa yang kini telah bekerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Jumlah mahasiswa saat ini ada 1.200 orang yang menempati lahan seluas 30.340 meter dengan berbagai fasilitas berupa ruang kelas, laboratorium, auditorium berdaya tampung 2.000 orang dengan berbagai sarana olahraga dan kesenian indoor-outdoor, sarana ibadah, dan asrama,” pungkasnya.(Humas Jateng/Aras)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi