Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (7 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (14 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (15 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (17 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (17 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (17 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (1 hari yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (1 hari yang lalu)
INFODESA 11 November 2019, 09:20 WIB 1,355 PDF

Akhirnya Warga Katibung Desa Sukabanjar Luapkan Kekesalanya

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Akhirnya Warga Katibung Desa Sukabanjar  Luapkan Kekesalanya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Ratusan warga Dusun Katibung Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, akhirnya luapkan kekesalanya dengan menggelar aksi unjuk rasa. Senin (11/11/2019)

Hal tersebut dilakukan akibat dampak limbah berupa debu yang di kelola industri dari perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan sabut kelapa.

Dalam aksi unjuk rasanya warga minta PT, Woongsol untuk menghentikan Kegiatan Oprasi sementara, sebelum memenuhi tuntutan warga.

Sebelumnya diberitakan Limbah berupa debu yang diakibatkan dari industeri perusahaan milik warga Negara Korea Selatan, yang bergerak pengelolaan sabut kelapa itu sangat mengganggu kesehatan dan pernapasan warga sekitar hingga kepermukin.

Dalam kesehariannya agar tidak terserang limbah industri sabut kelapa, masyarakat setempat harus menggunakan masker, penutup kepala dan kaca mata.
“Kalau rumah harus ditutup semua lubang angin itupun debu tetap bisa masuk melalui celah-celah.” kata Buyung (49) salah seorang tokoh masyarakat setempat pada Infodesanews.com. Kamis (7/11/2019)

Aksi unjuk rasa yang akan dilakukan masyarakat dengan tuntutan agar perusahan cocofeed itu berhenti beroperasi dahulu, hingga persoalan debu sabut kelapa yang sangat mengganggu warga sekitar selesai.
“Rencananya kami akan menggelar aksi Senin.” ujar dia.

Kepala Dusun (Kadus) setempat Mumu mengatakan bahwa Dusun Katibung tidak hanya permukiman warga, akan tetapi terdapat juga pondok pesantren dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Kami khawatir akan berdampak buruk terhadap anak anak sekolah disini,” kata Mumu.

Sementara itu Kepala Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Asikin menjelaskan, sebelumnya sudah menyampaikan keluhan warga ke perusahaan tersebut.

“Namun, pihak perusahaan tidak pernah menanggapi serius apa yang di keluhkan warga sekitar selama ini.
“Tidak pernah ada solusinya, perusahaan juga tidak pernah berikan CSR,” kata dia.

Saat di konfirmasi ke perusahaan pengelola sabut kelapa, petugas Satuan Pengaman (Satpam) mengatakan seluruh pimpinan PT Wongsol tidak ada ditempat.
“Saat ini seluruh pimpinan sedang tidak ada tempat,” ujar salah seorang Satpam yang enggan disebutkan namanya itu. (Sg)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi