Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (17 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (20 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (22 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 03 Desember 2018, 19:04 WIB 1,751 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Akibat Gorong-gorong Tertimbun, Persawahan Milik Warga Terendam 1 Meter

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Akibat Gorong-gorong Tertimbun, Persawahan Milik Warga Terendam 1 Meter
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Seluas kurang 1,5 hektare tanaman sayuran berupa kacang dan bibit Padi siap tanam milik warga Desa Karya Mulyasari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan terancam gagal panen akibat terendam Air.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Infodesanews.com, terendamnya lahan tersebut diduga akibat adanya pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang berada di Km 49 tepatnya Dusun Karya Tani Desa Karya Mulysari.

Dok. Salah seorang petani yang menunjukan tanamanya terendam.

“Karena gorong-gorong yang ada di area tersebut tertutup oleh adanya pembangunam flay ofer di lokasi hingga menutup gorong-gorong yang ada. “kata Wagino (45) warga setempat, pada Infodesanews.com. Senin. (3/12)

Sementara itu kepala Desa Karya Mulyasari Warno mengatakan agar Pihak Pembangunan Tol dapat membuka atau membuatkan gorong-gorong lagi agar sawah mereka tidak lagi tergenang Air ketika turun hujan.

“Karena kalau tidak ada gorong-gorong atai saluran air lainya, ketika turun hujan sawah-sawah mereka tidak dapat di tanami dan akan menjadi embung, karna ketinggian Air mencapai 1 meter lebih.”ujar Warno.

Warno menambahkan kurang lebih seluas 1,5 hektare persawahan milik warga yang terendam Air akibat gorong-gorong tertimbun oleh pembanguan Flay Ofer. Saya berharap kepada pihak pembangunna Jalan Tol dapat membuatkan gorong-gorong, karena sebelum adanya pembangunan Flay Ofer, sudah ada gorong-gorong.

“Dengan adanya pembangunan Flay Ofer maka gorong-gorong yang ada jadi tertimbun dan menyebabkan para petani sawah di sekitar tidak dapat bercocok tanam karna air dari Jalan Tol langsung masuk ke Area Persawahan yang ada di sekitar. “pungkas Warno. (Sg/bmb)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi