Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (7 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (9 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (12 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (13 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (14 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (14 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (14 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 10 Februari 2024, 19:03 WIB 2,427 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

AMPD Blora Menggelar Ruwatan Untuk Demokrasi Indonesia

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

AMPD Blora Menggelar Ruwatan Untuk Demokrasi Indonesia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi mengelar Ruwatan untuk Demokrasi Indonesia yang dilakukan di Resto Joglo Nirwana Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).

Setelah reformasi pada tahun 1998 yang lalu digelorakan mahasiswa dan masyarakat sipil ditengah kondisi krisis ekonomi yang melanda Indonesia, ada 6 tuntutan reformasi salah satunya hapus korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sistem pemerintahan yang otoriter tanpa koreksi dan kontrol dari masyarakat sipil terbukti menyuburkan praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme selama 3 dekade kepemimpinan rezim orde baru.

Sebelum petisi dibaca para masyarakat Peduli Demokrasi memotong tumpeng dan melakukan teatrikal sebagai lambang perlawanan demokrasi

Pembaca Taks Petisi, Joko Supratno menyampaikan, kepada seluruh penyelenggara Pemerintahan Negara Indonesia untuk mengingat kembali agenda reformasi 1998 berupa penghapusan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam praktik-praktik penyelenggaraan Pemerintahan Negara.

“Mengingatkan seluruh rakyat Indonesia akan bahaya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme terhadap keberlangsungan masa depan ekonomi Indonesia yang sewaktu-waktu akan menghadapi krisis ekonomi global,” ucap Joko Supratno atau yang lebih akrab di sapa Joko Sembung

Joko Sembung menambahkan, mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024 dengan menimbang lagi agenda reformasi 1998 berupa penghapusan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme sebagai dasar dalam menentukan pilihannya pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2024-2029.

“Menghimbau kepada aparat negara dan pemerintah Indonesia agar dapat menjaga situasi yang aman, damai, kondusif demi berjalannya demokrasi Pemilihan Umum yang Luber dan Jurdil,” tambahnya.

Lanjutnya, menyerukan kepada penyelenggara pemilihan umum 2024 agar menjauhi praktik praktik kolusi dan menjunjung etika penyelenggaraan pemilihan umum yang jujur dan adil.***Smn

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi