LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Lampung Selatan, harapkan adanya sinkronisasi antara RPJMD Bupati Dan Wakil Bupati dengan Pokir DPRD.
Menurut Fraksi Gerindra, terdapat miskomunikasi dari pihak eksekutif, dalam menafsirkan output dari Pokir DPRD yang selalu dikaitkan dengan infrastruktur.
Amelia Nanda Sari, Salah satu politisi dari Fraksi Gerindra menjelaskan, bahwa KUA PPAS perubahan ini merupakan sekelumit angka – angka yang nantinya akan menjadi modal kita dalam menggerakkan roda pembangunan ke depan.
Hal tersebut dilontarkan oleh Amelia Nanda Sari dalam Rapat pembahasan kebijakan umum perubahan APBD (KUPA) Tahun anggaran 2025, yang digelar di ruang Badan Anggaran DPRD Lamsel, Jum’at (13/6/2025).
”Tapi disini bu sekda dan rekan-rekan, mungkin yang harus digarisbawahi adalah saya rasa, saya izin menyimpulkan bahwa teman-teman di sini berharap adanya perhatian khusus terhadap usulan-usulan DPRD yang dilatarbelakangi dari turunnya kami ke lapangan, baik itu kegiatan reses, baik itu IPWK “, ungkap Amel kepada tim TAPD Lamsel.
” Karena kadang-kadang bapak ibu masyarakat ini walaupun di IPWK juga banyak ngadunya “, timpalnya.
Fraksi Gerindra juga melihat adanya miskomunikasi terhadap pokir DPRD tersebut, dimana Amel menjelaskan bahwa Pokir DPRD tidak hanya terkait dengan usulan infrastruktur saja.
“Jadi saya rasa, harapan saya mewakili teman-teman di sini tolong dengan anggaran yang kita miliki ini kita sinkronisasikan dengan apa yang menjadi isi daripada RPJMD nya bupati dan wakil bupati, dalam hal ini eksekutif sebagai bagian dari pemerintah daerah, itu sekiranya bisa kita sinkronisasikan dengan pokir DPRD”, paparnya.
” Dan juga pokir DPRD ini mungkin kalau seandainya sekali lintas kita mendengar, kita berpikir bahwa pokir DPRD ini selalu tentang infrastruktur. Karena itu jika berbicara terkait pokir, sangat sensitif sekali. Kenapa, karena anggarannya mungkin tidak cukup padahal sebenarnya eksekutif mau “, imbuhnya.
Selain itu, Fraksi Gerindra juga berharap, dari rapat tersebut dapat menemukan hasil yang positif yang dapat disampaikan kepada masyarakat Lampung Selatan.
” Tapi yang kami tekankan, pokir di sini banyak bapak ibu. karena pokir di sini bukan tentang benerin jalan bolong, tapi di sini juga ada bantuan-bantuan ternak, di sini juga ada bantuan-bantuan alat pertanian “, katanya.
” Di sini juga dari masing-masing satker itu saya rasa ada lah hal-hal yang bisa membantu meringankan langkah kami (anggota DPRD) ini untuk turun ke dapil itu paling tidak adalah oleh-olehnya untuk disampaikan ke masyarakat “, tutupnya. (Red)