Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (2 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu)
INFODESA 04 Maret 2019, 12:23 WIB 2,122 PDF

Arief Rohman M.Si Tinjau Rencana Pembangunan Jembatan Lusi Penghubung Banjarejo-Tunjungan

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~4 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Arief Rohman M.Si Tinjau Rencana Pembangunan Jembatan Lusi Penghubung Banjarejo-Tunjungan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Rencana pembangunan jembatan Sungai Lusi yang akan menghubungkan wilayah Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo menuju Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan mulai dimatangkan. Senin (4/3/2019) kemarin, Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si melakukan tinjauan ke lokasi titik jembatan bersama beberapa OPD terkait.

Dengan didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blora, Ir. Samsul Arief, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang diwakili Kabid Bina Marga Wilayah I, Sudarno, ST, Wakil Bupati mengajak Camat Banjarejo, Camat Tunjungan, Kades Buluroto dan Kades Tutup, untuk melihat langsung lokasi yang akan dibangun jembatan.

Peninjuan pertama dilakukan di sisi selatan sungai, wilayah Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo. Tepatnya dari perempatan Dukuh Teleng ke utara, atau sebelah barat makam Desa Buluroto. Disini Wakil Bupati melihat gambar titik pembangunan yang dibuat Bappeda dan mengecek kesesuaiannya dengan kondisi lapangan.

Dari titik jalan terakhir yang berada di barat makam Desa Buluroto tersebut, setidaknya masih ada lahan sepanjang 200 meter ke utara menuju Sungai Lusi. Sehingga membutuhkan pembebasan lahan untuk pembangunannya, yakni lahan tegalan dan jati kampung.

Sedangkan ketika melakukan peninjauan di sisi utara sungai, tepatnya di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, titik jalan terakhir yang akan dihubungkan dengan jembatan hanya butuh pembebasan lahan lebih pendek, hanya sekitar 50 meter.

Wakil Bupati bersama rombongan pun turun ke tepi sungai, melihat kontur kemiringan tanah guna memperkirakan besarnya tambahan pekerjaan pengurugan dan pembuatan jalan. Kondisi tanah yang becek karena usai hujan tidak menyurutkan semangat mereka untuk menuju tepi sungai.

Kabid Bina Marga Wilayah I, Sudarno, ST, menyampaikan bahwa pihaknya dari DPUPR sudah menyiapkan rencana bentang jembatan yang akan melintang di atas Sungai Lusi tersebut.

 “Setelah kami hitung, bentang jembatan nantinya sepanjang 40 meter. Kita pilih posisi jembatan yang tegak lurus dengan arah aliran sungai. Karena jika pas tikungan arus sungai, posisi jembatan akan berbahaya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Blora, Ir. Samsul Arief menyampaikan bahwa jembatan ini akan dibangun selebar Jembatan Jembar yang menghubungkan Kedungjenar dan Beran.

“Kita rencanakan lebar sekalian, karena diproyeksikan bisa menjadi jalur lingkar selatan mulai dari Bangkle-Pelem-Kamolan-Sendangwungu-Buluroto-Tutup. Setelah jembatannya nanti jadi, baru kita pikirkan untuk pelebaran jalannya. Setahap-setahap dahulu,” ungkap Ir. Samsul Arief.

Kades Buluroto, Margono, menyatakan siap untuk membantu pembebasan lahan yang kena pembangunan jembatan. Dia menjamin semua warganya akan menyambut positif pembangunan jembatan ini.

“Dari Desa Buluroto setidaknya perlu pembebasan lahan milik lima warga. Sedangkan jalan akses dari jembatan ke selatan, sisi timur merupakan tanah bengkok desa. Kami siap membantu untuk kelancaran pembebasannya,” ujar Margono, Kades Buluroto.

Sedangkan dari sisi utara, di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan hanya butuh pembebasan lahan milik satu orang, yakni tanah milik keluarga Sri Kuswardani.

“Monggo kalau mau dibangun jembatan. Nanti bisa dihitung pembebasannya. Pada dasarnya kami akan mendukung. Asli saya juga Buluroto kok, hanya saja sekarang jadi warga Ngetrep karena suami dari sini,” ucap Sri Kuswardani, ketika ditemui di depan rumahnya, di sela kunjungan lapangan, Senin siang (4/3/2019).

Kepala Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Sri Mujiasih berharap jembatan ini bisa segera dibangun agar warganya yang hendak ke Pasar Sido Makmur kawasan Gabus bisa lebih dekat, pasalnya banyak warga Desa Tutup yang berjualan di pasar tersebut.

“Desa kami adalah sentra penjual tempe. Dulu ketika pasar masih di selatan Alun-alun, berangkat jualannya pukul 05.00 WIB. Kini karena pasanya pindah ke Gabus, berangkatnya lebih pagi sekitar pukul 03.00 WIB sampai 04.00 WIB. Jika nanti ada jembatan tembus Buluroto maka untuk menuju pasar akan semakin dekat. Ngetrep nyebrang ke Buluroto, langsung ke timur sampai Gabus,” ungkapnya.

Usai melakukan peninjauan dan mendengarkan beberapa keterangan dari OPD terkait, Camat dan Kades, Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si mengatakan bahwa rencana pembangunan jembatan ini merupakan usulan dari masyarakat sebagai salah satu jalur alternatif, mengingat jalur utama Kamolan-Kaliwangan semakin padat pasca kepindahan Pasar Blora ke Gabus.

“Setelah pasar pindah ke Gabus, setiap hari jalur Kamolan-Kaliwangan semakin padat lalu-lintasnya. Anak sekolah yang akan ke utara dan masyarakat yang akan berbelanja ke arah selatan, sehingga Jembatan Kaliwangan padat. Sehingga butuh jalur baru untuk memecah kondisi ini,” ujar Wakil Bupati.

“Hasil tinjauan ini akan kita sampaikan ke Pak Bupati, dan kita usulkan agar masuk kegiatan tahun 2020. Jadi, nantinya siswa dari desa-desa di Kecamatan Banjarejo yang akan sekolah ke SMAN 1 Tunjungan, MAN Blora, SMK Bakti Husada, SMK Muhammadiyah 1 dan 2, SMKN 1 Blora, SMK Ma’arif NU dan sekitarnya tidak perlu berputar lewat Kaliwangan. Langsung lewat jembatan baru dari Buluroto tembus Desa Tutup, Tunjungan,” pungkas Wakil Bupati.

Wakil Bupati pun meminta Bappeda dan DPUPR segera menyusun tahapan pembangunanya mulai dari DED hingga master plan nya. ***Tim Berita Blora/Red

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi