Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (6 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (8 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (10 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (13 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (14 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (15 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (15 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (17 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (22 jam yang lalu)
NASIONAL 04 Januari 2023, 18:37 WIB 1,034 PDF

Asiknya Wisata Petik Buah Melon Kualitas Premium di Desa Sambongrejo

Admin Utama
Oleh: admin • ~4 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Asiknya Wisata Petik Buah Melon Kualitas Premium di Desa Sambongrejo
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Potensi wisata di Blora terus menggeliat. Jika di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon ada wisata petik buah Semangka, kini ada wisata petik buah Melon kualitas premium di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong.

Mungkin banyak yang tidak mengira, jika buah Melon kualitas premium varietas Kirani dan Kinanti dapat tumbuh subur hingga berbuah sangat manis di Kabupaten Blora. Nyata adanya, buah melon itu bisa kita jumpai di kebun Agrowisata Asha Farm di Dukuh Sawur, Desa Sambongrejo.

Diam-diam sudah banyak warga masyarakat yang memotret potensi itu, Terbukti, puluhan pengunjung datang langsung ke kebun untuk berwisata petik buah sekaligus belajar tanaman. Hingga merasakan kesegaran buah melon yang jarang dijumpai di pasaran umum ini. Bahkan, Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., sudah menyempatkan diri berkunjung ke kebun milik Agus Supartoyo itu.

Menurut Agus Supartoyo, pemilik kebun, selama ini sudah ada beberapa rombongan yang datang ke kebunnya. Disebutkan, rombongan pelajar dari SMAN 1 Cepu sudah sempat datang untuk petik buah dan tertarik belajar kebun melon ini.

“Kami ada 3 kebun. Kebun pertama di Desa Pojokwatu belakang rumah, panen bulan lalu. Kini kita panen di kebun kedua yang ada di Sawur, Sambongrejo. Total di kebun kedua ini ada 1500 pohon. Separuh varietas Kirani yang bisa di panen mulai kemarin, separuhnya Kinanti yang akan masuk masa panen 4 Januari nanti,” ungkap Agus.

Untuk masa tanamnya, sampai panen, menurutnya hanya butuh waktu dua bulan. “Untuk varietas Kirani mulai tanam hingga tiba saatnya panen butuh waktu 55 hari hingga 60 hari, sedangkan varietas Kinanti agak lama sepuluh hari dari Kirani, sekitar 65 harian. Satu pohon satu buah agar perkembangannya maksimal,” terang Agus.

Pihaknya mengaku memulai tanam melon ini baru satu tahun dan sudah panen sebanyak 5 kali. “Pemasarannya tidak sampai kirim keluar kota. Untuk Cepu, Blora dan sekitarnya saja sudah habis. Melon ini biasanya hanya dijual di supermarket, tidak ada di pasar umum. Sehingga kita kemas dengan wisata petik buah. Sehingga pelanggan banyak yang datang sendiri. Kadang langsung pesan minta dikirim puluhan buah. Per kilogram dihargai Rp 25 ribu, masih terjangkau dibanding harga supermarket,” lanjutnya.

Untuk benih tanaman melonnya, ia peroleh dari PT. Tunas Agro Semarang. “Benih dari Tunas Agro, pembibitan disini dan ditanam langsung. Penyiraman dengan sistem kelistrikan yang dicampur dengan pupuk cair. Sehingga tidak perlu menyiram manual. Kebun ini di Jawa Tengah baru ada di Semarang dan Blora. Kami ingin membuktikan bahwa Blora yang dikenal panas, dan kering juga bisa untuk berkebun buah,” pungkasnya.

Setibanya di kebun, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini langsung disambut pemilik kebun dan didampingi berkeliling melihat tanaman melon sambil berdiskusi tentang potensi pasarnya yang menjanjikan.

Wisata Edukasi

Saat berkunjung ke wisata petik buah melon itu, Bupati Blora yang akrab dipanggil Mas Arief itu menyatakan tertarik untuk ikut menanam varietas melon seperti ini di kampung halamannya di Banjarejo, Blora. Dengan memberdayakan SDM desa. Menurutnya, kebun melon ini cukup modern, rasanya enak, dan harganya cukup bersaing sehingga petani bisa untung.

Mas Arief juga menyempatkan untuk memetik melon varietas Kirani dan membelahnya langsung di gazebo kebun. Buah melon yang kulitnya putih mulus inipun dibelah dan dalamnya berwarna orange segar.

” Manis, lebih manis ini daripada melon pasaran. Jenisnya juga beda, ini lebih kecil, tidak terlalu besar, tapi segar dan kriuk renyah. Tidak lembek berair. Karena di tanam di dalam green house, jadi bebas hama, dan menyehatkan. Cocok ini dikembangkan di Blora. Bisa juga untuk wisata edukasi anak anak agar lebih suka makan buah,” ucap Bupati.

Menurutnya, wisata buah Melon di Sambong itu menjadi bukti bahwa Blora cocok untuk Buah Lokal Nusantara.

Adalah Eny Purwaningsih, salah satu pengunjung yang juga Kepala UPT Puskesmas Sambong, mengaku senang dan tertarik untuk belajar tanaman melon di Sambongrejo itu.

“Bagus, kebunnya bersih, hujan tidak kehujanan, dan buahnya manis. Tadi saya ambil beberapa buah untuk ditimbang. Rencananya besok mau ajak suami dan anak anak untuk datang kesini lagi. Ini bisa jadi alternatif wisata agro, sekalian untuk promosi GERMAS gerakan masyarakat hidup sehat dengan gemar makan buah,” ungkap Eny. (Tim Liputan Prokompim Blora)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi