Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (21 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 11 Oktober 2019, 13:15 WIB 1,899 PDF

Bagaimana Cara Membuat Kokedama? Ini Penjelasan Dari Ketua Persit KCK Cabang XLIX Kodim 0728/Wonogiri

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bagaimana Cara Membuat Kokedama? Ini Penjelasan Dari Ketua Persit KCK Cabang XLIX Kodim 0728/Wonogiri
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

WONOGIRI , INFODESANEWS – Disela-sela kegiatan pertemuan anggota Persit Kartika Candra Kirana,Ny. Fara Heri Amrulloh selaku Ketua Persit KCK Cabang XLIX Kodim 0728/Wonogiri sedikit berbagi ilmu kepada seluruh anggota persit yang hadir dalam pertemuan gabungan.

”Akhir-akhir ini metode menanam tanaman dengan cara unik dari negeri matahari terbit itu pun tengah populer, kokedama namanya”.

Ny. Fara menyampaikan,secara tradisional, tanaman yang sering digunakan untuk dibuat sebagai kokedama berasal dari pohon bonsai.

Akan tetapi, kamu pun bisa menggunakan tanaman lain yang berakar kecil dan cocok ditempatkan di area yang tidak terang. Hal ini karena lumut yang digunakan bukanlah jenis yang cocok terkena sinar.

Adapun alat dan bahan yang harus disiapkan,tanaman pilihan,lumut jenis spaghnum atau sheet yang bisa kamu temukan di toko kerajinan tangan,pupuk kompas untuk bonsai atau kombinasi tanah bonsai dan lumut gambur,tali atau benang tebal,mangkok dan sarung tangan berkebun.

Untuk jenis tanamannya, kamu bisa memilih tumbuhan indoor yang dapat hidup hanya dengan sedikit cahaya matahari dan air, seperti monstera,monstera obliqua,peace lily,sirih gading,succelent, dan string of heart.

Tanaman-tanaman yang disebutkan di atas ini hanya perlu disiram seminggu sekali, sangat cocok untuk mansyarakat urban yang hanya bisa mengurus tanaman saat akhir pekan.

Dan adapun cara membuatnya antara lain,ambil tanaman yang akan digunakan dari pot, lalu sisihkan tanah yang masih menempel pada akarnya. Setelah bersih, bungkus akar tanaman dengan gumpalan lumut spaghnum hingga tertutupi semuanya, tekan-tekan sedikit agar semuanya bersatu, sisihkan.

Ambil mangkok, tuangkan pupuk kompos atau campuran tanah bonsai dan lumut gambut kering. Tambahkan sedikit air perlahan-lahan sehingga teksturnya menjadi lembut dan seluruhnya bersatu serta tertempel.

Setelah itu, masukkan tanaman ke dalam mangkok dan selubungi seluruhnya dengan tanah. Angkat tanaman, kemudian mulai membuat gumpalan berbentuk bulat. Ukurannya dapat kamu sesuaikan dengan keinginan.

Setelah akar tanaman tertutupi tanah, kembali lapisi bagian tersebut dengan menggunakan beberapa lapisan lumut kering. Akan lebih baik jika kamu memilih jenis lumut sheet untuk proses ini.

Terakhir, gunakan tali yang telah kamu persiapkan lalu lilit gumpalan tanah serta lumut dengan pola yang kamu inginkan. Ikat bagian akhirnya dengan kencang agar bola tanah dan lumut bersatu dengan baik.

Kokedama yang sudah jadi dapat kamu tambahkan tali agar tanaman tersebut dapat kamu gantung. Itu sebabnya tanaman ini cocok untuk kamu yang tidak memiliki area rumah yang besar,kita juga bisa memajangnya di piring atau beberapa wadah unik lainnya.

Kokedama tidak perlu perawatan yang ribet kita cukup menyemprotkan air bersih pada gumpalan bola ketika sudah tampak kering dan lakukan penyemprotan tersebut sekitar 10 hingga 15 menit saja. (Pendim 0728/Wng)

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi