Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (4 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (6 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (6 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (11 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (12 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (14 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (14 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (22 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (22 jam yang lalu)
INFODESA 04 Juli 2019, 10:36 WIB 2,605 PDF

Balkesmas Magelang Fasilitasi Pertemuan Kemitraan Untuk Turunkan Stunting

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Balkesmas Magelang Fasilitasi Pertemuan Kemitraan Untuk Turunkan Stunting
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BANYUMAS, INFODESANEWS.COM – Dalam rangka pengendalian gizi buruk, angka kematian ibu dan stunting di Banyumas, Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Magelang memfasilitasi pertemuan pemantapan kemitraan dalam mencapai prevalensi gizi buruk < 0,05 %. Kegiatan digelar Rabu (3/7/2019) di Aula Balai Paru Paru Purwokerto dibuka oleh Kasi Pelayanan dr Widhy Sulistiawati yang mewakili Kepala Balkesmas Wilayah Magelang Sigit Setya Boedi, S.Km, M. Kes dan diikuti oleh perwakilan kader, ketua organisasi wanita dan lembaga lainnya.

Menurut dr Widhy Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gencar melakukan upaya penurunan angka stunting, penanganan gizi buruk dan angka kematian ibu melahirkan serta bayi baru lagi dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Program ini menjadi program prioritas pembangunan di sektor kesehatan di Jawa Tengah.

“Penurunan stunting dapat dilakukan dengan upaya penurunan prevalensi gizi buruk,” katanya.

Pembicaraan pada pemantapan kemitraan kali ini adalah Dr dr Qodri Santosa, Sp. A, Kepala Dinas Kesehatan Sadiyanto, SKM. M.Kes, Kepala Bidang Kesmas Agus Nugroho, SKM. M.Kes dan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Heny Sutikno, S.Spt M.Kes.

Menurut Dr dr Qodri Santosa, Sp. A, stunting adalah masalah gizi kronis yaitu kegagalan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal disebabkan dampak dari kekurangan gizi secara kumulatif dan terus menerus, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi kronis terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK), dan baru nampak setelah anak usia 2 tahun. Keluarga dan masyarakat belum merasa bahwa stunting adalah masalah, hal ini dikarenakan belum banyak yang mengetahui dampak dan anak tidak terlihat sakit.

“Konsekuensi jangka panjang dari stunting pada anak usia dini akan berpengaruh pada kelangsungan hidup, pertumbuhan linear, perkembangan kognitif, kemampuan belajar di sekolah, produktivitas dan berat badan lahir,” jelasnya

Diperlukan upaya mengatasi faktor risiko dari stunting, yaitu kemiskinan, perlindungan kesehatan khususnya pada remaja puteri, ibu dan anak serta kesetaraan dalam keluarga. Perlindungan ini dalam arti penjaminan kecukupan gizi ibu hamil dan tumbuh kembang anak, praktek pemberian makan pada bayi dan anak (PMBA) serta pencegahan dan pengobatan infeksi serta ketersediaan air bersih dan jamban keluarga.

“Anak stunting tidak hanya berasal dari keluarga kurang mampu, ada juga yang berasal dari keluarga mampu tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Walaupun lebih banyak pada kelompok keluarga mampu,” jelasnya.

Dalam rencana tindak lanjut Heny menyampaikan perlu adanya peran serta dari seluruh lapisan masyarakat untuk mensosialisasikan materi cegah gizi buruk dan cegah stunting. Mengajak semua pihak untuk bersama peduli pada baduta untuk membantu melaksanakan penyuluhan, melaporkan kasus remaja, ibu hamil dan balita.

“Mencegah balita gizi buruk dan baduta stunting dimulai dengan penyuluhan dan konseling demontrasi pada remaja untuk mencegah anemia dan KEK dengan asupan gizi yang seimbang yaitu makan isi piringku mengandung zat tenaga pembangun dan zat pengatur atau karbohidrat protein hewani dan nabati sayur buah,” tambahnya.

Selain itu upaya pendewasaan usia perkawinan juga tetap harus ditingkatkan.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi