Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (7 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (9 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (16 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (16 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (18 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (19 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (21 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 29 Desember 2021, 12:36 WIB 2,715 PDF

Bambang Soesatyo Gelar Lomba free fly Burung Paruh Bengkok

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bambang Soesatyo Gelar Lomba free fly Burung Paruh Bengkok
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BALI,INFODESANEWS.COM – Ketua MPR RI sekaligus Pembina Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Bambang Soesatyo akan menggelar lomba free fly burung paruh bengkok memperebutkan Piala Ketua MPR RI di Bali pada Maret 2022.

Selain,mendorong masyarakat serta komunitas penggemar burung paruh bengkok agar senantiasa menggalakan kegiatan penangkaran.

Sehingga tidak hanya merawat burung paruh bengkok yang sudah ada, melainkan juga turut mengembangbiakannya sesuai ketentuan yang berlaku agar keberadaan berbagai jenis burung paruh bengkok yang ada di Indonesia tetap lestari.

“Indonesia merupakan rumah bagi sekitar 1.539 jenis burung yang di dunia, salah satunya burung paruh bengkok. Dari sekitar 403 jenis burung paruh bengkok yang ada di dunia, 81 jenis diantaranya hidup di Indonesia. Jika tidak dirawat dan dilestarikan, bisa jadi akan punah.

Mengingat populasi mereka di alam liar semakin berkurang akibat perburuan liar maupun rusaknya penebangan liar terhadap berbagai jenis pohon habitat asli mereka,” ujar Bamsoet usai menerima komunitas penggemar burung paruh bengkok yang bisa dilepas untuk terbang, Rony Suharto Ketua Bali Free Fly dan Gde Widi Ketua Dewata Free Fly di Bali, Rabu (29/12/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, dalam kunjungannya ke Black Stone Beach, komunitas penggemar burung paruh bengkok yang bisa dilepas untuk terbang menampilkan beberapa jenis burung yang mereka pelihara.

Antara lain Macaw Scarlet, Blue and Gold, Catalina, Scarve, Patagonian, dan Sun Corner.

“Meskipun kaya dengan berbagai jenis satwa seperti burung paruh bengkok, namun Indonesia juga dikenal sebagai negara yang memiliki daftar panjang satwa liar yang terancam punah.

Menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dalam laporannya pada tahun 2003, terdapat 147 jenis mamalia, 114 jenis burung, 28 jenis reptil, 91 jenis ikan, dan 28 jenis invertebrata yang berada dalam alam Indonesia yang terancam punah,” jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, IUCN juga melaporkan sebagian besar jenis-jenis burung paruh bengkok masuk dalam daftar burung yang rentan terhadap kepunahan.

Menurut laporan BirdLife, langkanya burung paruh bengkok di alam disebabkan oleh kerusakan habitat (50 persen), tekanan gabungan antara perburuan dan kerusakan habitat (10 persen), perburuan (5 persen), perdagangan (3 persen), habitat yang sempit disertai populasi yang rendah (16 persen), dan sebab lain yang tidak diketahui (16 persen).

“Agar keberadaan burung paruh bengkok semakin lestari, perlu peran serta dari masyarakat seperti yang tergabung dalam komunitas penggemar burung paruh bengkok yang bisa dilepas untuk terbang.

Untuk keberadaan mereka sebagai perawat, pelestari, sekaligus pengedukasi masyarakat, menjadikan anak cucu kita kedepannya masih bisa menyaksikan keanekaragaman burung paruh bengkok di Indonesia,” cetus Bamsoet. (@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi