Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (19 menit yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (14 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (21 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 26 Januari 2019, 06:53 WIB 2,439 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Bebaskan sekolah dari jentik, SMPN 2 Baturraden gelar PSN

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bebaskan sekolah dari jentik, SMPN 2 Baturraden gelar PSN
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BANYUMAS, INFODESANEWS – Guru, karyawan dan siswa SMP Negeri 2 Baturraden terus gencar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), agar penyakit demam berdarah bisa terus dieliminir sejak dini. PSN dilakukan dalam program Jumat bersih, para guru dan kepala sekolah memberikan motivasi kepada anak didiknya agar ikut berpartisipasi dalam pemberantasan penyakit deman berdarah di sekitar sekolah.

“Kepala sekolah, guru dan karyawan punya tanggung jawab mendorong siswa untuk menjadi kader pemberantasan nyamuk di lingkungan sekolah maupun rumahnya,” kata Agus Haryatno Kepala SMPN 2 Baturraden.

Saat melakukan pemantauan, hasilnya dilanjutkan dengan memberikan laporan. Hal ini untuk mencegah kemungkinan timbulnya penyakit demam berdarah yang mewabah setiap musim pancaroba.

Agus berharap dengan kebiasaan melakukan PSN di sekolah para siswanya akan menjadi motivator untuk gerakan PSN ditempat tinggalnya

“Jadi mereka mengetahui bahwa PSN adalah tindakan pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan menutup, menguras dan menimbun plus memanfaatkan barang bekas yang masih bernilai ekonomis (3M) secara terencana, terus menerus dan berkesinambungan. Ini cara paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit DBD serta mewujudkan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat,” tambahnya.

Agus yakin dengan melakukan PSN secara kontinu, nyamuk tidak berkembang secara luas.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi