Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (1 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (6 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (15 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (15 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (21 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (3 hari yang lalu)
INFODESA 05 November 2018, 01:24 WIB 2,109 PDF

Belajar Kebijakan Pertanian Terintegrasi Dari Korea Selatan

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Belajar Kebijakan Pertanian Terintegrasi Dari Korea Selatan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JEMBER, INFODESANEWS – Pemerintah Korea Selatan serius mengembangkan sektor pertanian, dibuktikan dengan membuat kebijakan pertanian yang terintegrasi.

Hal itu di ungkapkan Prof. Lee Won Young saat memberikan materi kuliah umum bertema bertema 6th Order Industry for Agriculture Society Which Related with Korea Policy.

“Pemerintah Korea Selatan menetapkan daerah khusus dimana dalam satu wilayah terdapat lahan pertanian, pabrik pemrosesan hasil pertanian, beserta fasilitas pendukung yang dilengkapi fasilitas pemasaran.

” kami tidak hanya memproduksi beras saja, tapi beras yang unik misalnya mengandung betakaroten dengan bioteknologi yang dikemas dengan baik. Tidak hanya mampu menghasilkan beras, kami juga membuat penanak nasinya juga, yang kemudian dipasarkan oleh bintang-bintang K-Pop. Mereka inilah yang menjadi ujung tombak pemasaran produk Korea Selatan, termasuk mempopulerkan kimchi juga. Kini Korea Selatan memasuki tahapan pertanian yang dikenal sebagai era masyarakat industri pertanian yang keenam,” jelas pria yang sehari-harinya mengajar di  School of Food Science Biotechnology, KNU.

Namun buru-buru Prof. Lee Wo Young menambahkan, keberhasilan Korea Selatan mengembangkan pertanian hingga seperti saat ini melalui proses yang panjang. Dimulai pada dekade tahun 1960-an, kemudian pada dekade 1970-an muncul perusahaan swasta yang mulai terlibat dalam mekanisasi bidang pertanian, yang dilanjutkan dengan periode tahun 1990-an dengan modernisasi pertanian, serta dekade 2010-an yang mulai memasuki era internet of things (IoT) dalam pertanian.

“Saya melihat Indonesia juga memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan pertanian, asal memiliki komitmen membuat kebijakan pertanian yang baik, apalagi didukung oleh sumber daya alam, dan ketersediaan sumber daya manusia yang melimpah,” imbuhnya.

Penjelasan guru besar di bidang pemrosesan pangan ini memantik diskusi hangat, salah satunya pertanyaan dari Sony Sisbudi Harsono, dosen Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember. Sony menanyakan bagaimana pemerintah Korea Selatan mengedukasi para petaninya .

Menurut Prof. Lee Won Young, salah satu caranya adalah pemerintah Korea Selatan bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk memberikan pendidikan bagi petaninya.

“Seperti kami di KNU memiliki akademi petani yang memberikan banyak pelatihan, serta meneruskan berbagai informasi dan kebijakan yang diputuskan pemerintah Korea Selatan di bidang pertanian,” jawabnya.

Penjelasan Prof. Lee Won Young mendapatkan dukungan dari Prof. Tri Agus Siswoyo, Ketua Program Studi Magister Bioteknologi, Pascasarjana Universitas Jember.

Menurutnya, Universitas Jember bakal memfasilitasi para petani di Besuki Raya untuk mendapatkan berbagai pelatihan melalui fasilitas Science Techno Park (STP) di Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, yang kini masih dalam taraf pembangunan dengan bantuan dari Islamic Development Bank.

Kegiatan kuliah umum bertema 6th Order Industry for Agriculture Society Which Related with Korea Policy ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Universitas Jember. (iim/ahm/ich)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi