Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (8 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 16 Januari 2023, 05:51 WIB 1,917 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

BERKAH GREBEG SUDIRO, Ribuan Warga “Tumplek Bleg” Di Pasar Gedhe

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BERKAH GREBEG SUDIRO, Ribuan Warga “Tumplek Bleg” Di Pasar Gedhe
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO – INFODESANEWS | Memperingti Hari Raya Imlek warga Kota Solo menggelar Karnaval Kesenian Kirab Grebeg Sudiro 2023 pada Minggu (15/1/2023) siang. Ribuan warga Solo dan sekitarnya memadati Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Jenderal Sudirman di kawasan Pasar Gede yang menjadi titik nol pemberangkatan kirab budaya.

Pokdarwis Kelurahan Mojo Kecamatan Pasar Kliwon juga ikut memeriahkan Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2023 dengan mengusung replika Perahu Rojomolo. (foto: infodesanews)

Mulai dari anak kecil, muda-mudi, hingga orang tua, mereka terhanyut menyaksikan penampilan-penampilan kesenian dari berbagai kalangan warga, mulai etnis Tionghoa, atau masyarakat biasa.

Para orang tua sibuk memastikan posisi anaknya aman berada di atas panggulan bahu mereka dan nyaman menyaksikan jalannya grebeg tanpa terhalang penonton dewasa lainnya.

Tepukan tangan kerap terdengar saat  menyaksikan aksi-aksi heboh dan kreatif  yang ditampilkan oleh peserta. Misalnya, ketika dua salah satu replika Perahu Rojomolo hasil karya Pokdarwis Kelurahan Mojo melintas dan bergerak sambil mengikuti irama Gending yang ditabuh membelah kerumunan warga.

Belum lagi saat sekelompok ibu-ibu mengenakan baju adat Jawa sambil menggendong “bakul” atau keranjang menggunakan kain jarit, mukanya dirias dengan riasan putih tebal sehingga terlihat lucu. Mereka berjalan melenggak-lenggok sambil melambaikan tangan kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming duduk di panggung besar. Acara berlangsung dengan aman dan lancar hingga satu per satu peserta kirab diberangkatkan.

Grebeg Sudiro menjadi salah satu potensi wisata dari Desa Pembauran Sudiroprajan, yang menjadi kawasan pemukiman etnis Tionghoa terbesar di Solo sejak lama. Grebeg ini ingin menunjukkan akulturasi budaya antara etnis pendatang dan pribumi yang sampai saat ini berjalan dalam harmoni.

Selain untuk menunjukkan keharmonisan antar suku bangsa, grebeg ini juga menjadi wahana wisata sekaligus penggerak perekonomian sebagian kalangan masyarakat Kota Surakarta. Mulai dari pedagang kaki lima, penjual pernak-pernik, hingga tukang parkir.

Membawa berkah

Kirab budaya Grebeg Sudiro mendapat apresiasi dari masyarakat, salah satunya dari Rahma Adelia warga Kartasura Sukoharjo.

“Rame banget macet tapi seru sih Mas. Karena melihat kegiatan yang biasanya kalau nggak Grebeg Sudiro kan sepi,” katanya.

Dirinya mengaku senang dan seru melihat kirab budaya Grebeg Sudiro. Sebab penampilan peserta banyak yang lucu dan banyak yang jualan. Sehingga dengan gelaran ini, dapat membantu perekonomian masyarakat di kota Surakarta.

“Sini mungkin karena rame dan banyak orang dan banyak yang jualan juga membantu ekonomi warga Solo,” jelasnya.

Meski selama pelaksanaan Grebeg ditemani rintik gerimis sejak pukul 13:00 WIB, tak menyurutkan semangat masyarakat. Beberapa diantaranya juga ada anak-anak yang menanti pelaksanaan Grebeg Sudiro. Acara ditutup dengan pembagian kue keranjang sejumlah 4000, kepada masyarakat yang hadir. (*/Red Slo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi