Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (6 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (8 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (8 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (14 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (14 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (16 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (16 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (1 hari yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (1 hari yang lalu)
INFODESA 05 Juli 2020, 20:21 WIB 1,259 PDF

Bersama Babinsa, Menjaga Keberlangsungan Penyu di Pulau Derawan dan Menjaga Telur Tak Dicuri, Dibudidayakan Jadi Tukik

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bersama Babinsa, Menjaga Keberlangsungan Penyu di Pulau Derawan dan Menjaga Telur Tak Dicuri, Dibudidayakan Jadi Tukik
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

TANJUNG REDEB, INFODESANEWS |  Menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah menjadi tugas pokok anggota TNI di manapun berada. Tugas itu yang dipegang teguh Sertu Wisandy Yuliastriono Suwardi.

Tidak hanya menjaga keamanan di wilayah dia bertugas, pria yang akrab dipanggil Pak Babin oleh masyarakat setempat punya kesibukan lain. Dia juga turut menjaga dan melestarikan satwa yang dilindungi. Salah satunya penyu, yang merupakan salah satu ikon Kabupaten Berau. Pulau Derawan dengan pantai pasir putih memang menjadi salah satu tempat favorit penyu bertelur.

Seperti Sertu Wisandy Yuliastriono Suwardi, anggota Koramil 0902-03/Tanjung Batu Kodim 0902/tanjung Redeb Korem 091/ASN yang bertugas di Pulau Derawan punya kesibukan lain selain menjaga keamanan di salah satu pulau wisata di Bumi Batiwakkal. Dia turut membantu membudidayakan penyuar tidak punah, Minggu (5/7/2020).

Untuk menjaga agar tidak terjadi perburuan telur penyu, setiap malam Sandy berkeliling pulau memastikan Pulau Derawan bebas dari pencurian telur penyu. Ia mengecek setiap titik yang menjadi tempat penyu bertelur.

“Ini sudah kewajiban. Penyu satwa yang dilindungi. Saya juga mencintai penyu tersebut. Kalau bukan diri sendiri, siapa lagi yang akan menjaga penyu tersebut,” ujar Sandy,

Kecintaannya terhadap alam dan lingkungan terus ia buktikan. Ia terus menjaga dari tangan nakal penjarah telur penyu di Pulau Derawan. Warga pun sudah paham, jika pada malam hari, Pak Babin pasti akan berkeliling pulau untuk mengecek penyu-penyu yang bertelur di pasir pantai.

Ia mengaku, tidak segan-segan menangkap jika mengetahui ada yang berusaha mencuri telur penyu tersebut. Ia beranggapan, ini merupakan tugas menjaga dan melestarikan salah satu makhluk Tuhan.

“Kalau telur penyu terus menerus dicuri, bakal punah. Anak cucu kita nanti tidak tahu apa itu penyu,” jelasnya.

Sandy menjadi seorang Babinsa di Pulau Derawan sejak 2014 lalu. Selama 6 tahun, ia bersama dengan warga menjaga telur penyu tersebut. Ia kerap berkonsultasi dengan salah seorang warga bernama Ading yang membudidayakan penyu.

“Bersama Ading, saya setiap malam berkeliling pulau mencari telur penyu yang kemudian dibudidayakan hingga menjadi tukik,” katanya.

Telur penyu itu kan memiliki masa inkubasi selama 2 bulan. Setelah menjadi tukik, baru kita lepas liarkan. Itu suatu kebanggaan tersendiri buat saya,” kata pria kelahiran Seram Bagian Timur (SBT), Ambon.

Sandy beranggapan, penyu harus dilestarikan. Jika punah, Pulau Derawan akan kehilangan salah satu objek yang biasanya dinikmati wisatawan.

“Saya malu jika ditanya wisatawan. Kini wisatawan nyaris setiap hari bisa melihat penyu berenang,” ujarnya.

Sebagai seorang TNI, merasa memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Baik itu tumbuhannya dan hewan. Sebelumnya, penyu kerap diburu, baik untuk karapas hingga telurnya. Ia mengaku sedih jika ada warga yang menjual karapas penyu yang dijadikan cendera mata.

“Saya kerap menegur warga jika ada yang jual cendera mata dari karapas penyu. Tetapi kini sudah tidak ada lagi yang jualan,” pungkasnya.(**).

Penulis Murdi

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi