Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (1 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (10 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (10 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (16 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu)
INFODESA 02 November 2018, 22:09 WIB 2,274 PDF

Bioteknologi Jadi Masa Depan Tanaman Industri

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bioteknologi Jadi Masa Depan Tanaman Industri
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JEMBER, INFODESANEWS – Bioteknologi menjadi salah satu masa depan pengembangan tanaman industri semisal tebu, padi, singkong, kopi, coklat dan lainnya. Pasalnya dengan bioteknologi memungkinkan diciptakannya varietas tanaman yang lebih baik, tahan penyakit dan memiliki produktivitas tinggi. Bioteknologi khususnya biologi molekular menjadi jawaban alternatif di saat lahan pertanian semakin menyusut, sementara kebutuhan akan pangan makin meningkat.

Guna membahas berbagai penelitian terbaru di bidang biologi molekular, khususnya penelitian terkait tanaman indutri, Universitas Jember menggelar The 2nd International Seminar and Workshop of Plant Industry selama dua hari (1-2/11). Kegiatan ilmiah ini diisi dengan seminar, workshop, dan focus group discussion. Tema yang dibahas antara lain penelitian biologi molekular di bidang pertanian, teknologi pangan, farmasi, sosial ekonomi pertanian, dan peternakan.

Menurut M. Ubaidillah, ketua panitia kegiatan menjelaskan, seminar kali ini membahas 92 penelitian di bidang bioteknologi dengan berbagai tema bahasan. Pihaknya juga menghadirkan dua pakar bioteknologi dari Kyungpook National University, Korea Selatan.

“Turut hadir pula Prof. Kyung Min Kim, ahli pengembangan padi dan koleganya, Prof. Won Young Lee yang pakar di bidang pemrosesan pangan. Selain menjadi pembicara utama dalam seminar, mereka berdua bakal memberikan pelatihan di hari kedua,” jelas M. Ubaidillah yang sempat bekerjasama dengan Prof. Kyung Min Kim dalam pengembangan padi varietas Golden Rice ini.

Pemateri utama lainnya yang tampil adalah Dr. Ir. Soetanto Abdullah dari Puslit Kopi dan Kakao, dan Dr. Ir. Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. Sementara dari kalangan internal Kampus Tegalboto tampil Prof. Rudi Wibowo, Prof. Bambang Sugiharto, dan Prof. Achmad Subagio.

Sementara itu dalam sesi seminar, Prof. Won Young Lee memaparkan fakta menarik terkait konsumsi beras yang makin menurun di Korea Selatan. Menurutnya penurunan konsumsi beras di Korea Selatan diakibatkan antara lain masuknya gaya hidup dan makanan dari dunia barat, seperti kebiasaan makan roti dan makanan cepat saji, ditambah munculnya kesadaran menjaga kesehatan dengan melakukan diet makanan tinggi karbohidrat.

“Untuk itu kami berusaha menciptakan varietas padi baru yang memiliki kandungan betakaroten dari wortel, antioksidan dari jamur dan bahan lainnya melalui proses bioteknologi. Varietas padi dengan tambahan kandungan tertentu tadi kemudian diolah menjadi berbagai makanan olahan seperti muffin beras, sehingga meningkatkan kembali konsumsi beras di Korea Selatan,” ujar pria yang merupaka dosen di School of Food Science Biotechnology, Kyungpook National University ini.

Seminar yang berlangsung di aula lantai 3 gedung rektorat dibuka secara resmi oleh Zulfikar, Wakil Rektor I Universitas Jember. Dalam sambutan pembukaannya, Zulfikar mengapresiasi pelaksanaan seminar yang menurutnya sejalan dengan penetapan Universitas Jember sebagai Pusat Unggulan Iptek di bidang Bioteknologi pertanian-perkebunan dan kesehatan oleh Kemenristekdikti.

“Seminar juga menjadi wahanan bagi para peneliti, dosen dan khususnya mahasiswa Pascasarjana untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya, sekaligus menjalin jejaring diantara sesama peneliti dari berbagai institusi,”pungkasnya.

Para peserta yang berpartisipasi diantaranya dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, BPPT, Nano Center Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Mulawarman, Universitas Trunojoyo, LIPI, UniversitasMataram, IKIP PGRI Jember, dan institusi lainnya selain peserta dari Kampus Tegalboto. (iim/ahm/ich)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi