Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (2 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (4 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (11 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (11 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (12 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (19 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (19 jam yang lalu)
NASIONAL 11 Februari 2021, 09:05 WIB 640 PDF

BKSDA Wilayah I dan II Jateng Sambangi KPH Mantingan

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BKSDA Wilayah I dan II Jateng Sambangi KPH Mantingan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

INFODEDANEWS – BLORA MANTINGAN.PERHUTANI (09/02/21) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan terima team dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di ruang kerja Kepala Sub Seksi Perhutanan Sosial. Rabu (09/02). Team beranggotakan oleh Kepala Pengendali Ekosistem (PEH) Agus Sudartomo ,anggota Nugroho Dwi Cahyono dan Sutrisno.

Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso melalui Wakil Administratur KPH Mantingan Dwi Anggoro Kasih dimasa Pandemi ini usaha Wana Wisata Kartini berhenti total. Semua operasional untuk pengkaran rusa juga perlu biaya. kolam renang kita yang tahun 2019 pendapatan WW Mantingan 503.511.000 rupiah. Tahun 2020 target 527.000.000 rupiah tetapi pendapatan hanya mencapai 148.198.000 rupiah karena masa pandemi covid 19. Untuk Penangkaran Rusa Jenis Temorencis tetap berjalan, ada beberapa diantaranya yang mati karena faktor usia, dan ada juga yang lepas saat tembok wana wisata roboh. Ada beberapa rusa yang lari kehutan namun ada juga yang kembali ke habitatnya di Wana wisata,jelas dia.

Ia juga melaporkan untuk tahun 2021 ini jumlah satwa Rusa di Wana Wisata KPH Mantingan sampai dengan bulan Februari 2021 berjumlah 11 ekor. bulan Desember mati 1 karena faktor usia. yang tersisa tinggal 5 jantan 4 betina dan 1 betina anak rusa. untuk penangkaran rusa jumlahnya gak imbang antara jantan dan betina. Idealnya 1 jantan 4-5 ekor betina. jadi kita kelebihan rusa jantannya 3 ekor.

“Lanjut dia,Wana Wisata kartini Matingan sekitar tahun 2003 dapat bantuan dari Istana Negara Bogor Rusa totol(axis-axis) sebanyak 5 ekor satu jantan dan 4 betina,nampaknya karena gak cocok dan perjalanan jauh 1 rusa stres dan mati. tinggal 4 dan tidak bisa berkembang biak karena kalah dengan rusa Jenis Temmorencis. Satu persatu mereka mati. karena gak cocok dengan alam yang ada di wana wisata KPH Mantingan.

Sementara Agus Sudartomo dari BKSDA berharap KPH Mantingan dapat mencari terobosan lain untuk memelihara satwa lain sesuai yang dapat dikembangkan di Wana Wisata kartini Mantingan,Terang dia. kami juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani Mantingan yang rutin melaporkan jumlah dan kondisi rusa Temorencis yang dipelihara di WW Wisata Kartini Mantingan. BKSDA wilayah 1 juga mengoperasikan Wana Wisata Alam di Sumber Semen Sale, yang dulu masuk Wilayah KPH Kebonharjo. bebernya.

Ia juga menambahkan bahwa BKSDA Jawa Tengah sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertugas mengelola 33 kawasan konservasi yang berbentuk Cagar alam,Suaka Margasatwa,dan taman wisata di Jawa Tengah, serta koservasi tumbuhan dan Satwa liar dalam kawasan maupun diluar kawasan,” ujarnya. Dan kami berharap Perhutani dapat ikut menyebarluaskan informasi konservasi kepada masyarakat dalam rangka upaya meningkatkan perannya dalam pembangunan bidang konservasi sumber daya alam,”tuturnya.

Agus Sudartomo juga menjelaskan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6187/Kpts-II /2002 tanggal 10 Juni 2002 bahwa organisasi dan tata kerja BKSDA ada dua aspek yag meliputi pertama Melaksanakan Pengelolaan Kawasan Konservasi Cagar Alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA). yang yang kedua melaksanakan upaya konservasi Tumbuhan,Satwa liar baik dalam habitatnya (Konservasi in situ) dan diluar habitatnya ( Konservasi ex situ)” papar dia. Tahun 202i pandemi Covid sudah berangsur-angsur turun. dan dapat berkegiatan normal seperti biasanya. agar Wisata bergairah kembali dan para pengelola kebun binatang dapat merawat hewan pelihaaranya yang sementara ini terganggu faktor biaya pemeliharaan hewan yang cukup tinggi,pungkasnya.

Solikin

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi