Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (4 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (6 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (6 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (6 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (6 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (21 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu)
INFODESA 25 Mei 2018, 19:52 WIB 2,487 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Bupati Djoko Nugroho Pinpin Percepat Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Lintas Daerah

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bupati Djoko Nugroho Pinpin Percepat Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Lintas Daerah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, Infodesanews.com  – Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Wilayah Perbatasan antara Kabupaten Blora, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Ngawi di pinpin Bupati Blora, Djoko Nugroho pimpin yang dilaksanakan di Hotel Arra Cepu, Kamis (24/5). Rakor ini juga dihadiri oleh Pj. Bupati Bojonegoro, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur.

Dalam Rakor ini dibahas mengenai rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang terletak di Blora bagian selatan. Hal ini sesuai dengan arah pembangunan yang sudah ditetapkan bahwa Kabupaten Blora akan melaksanakan pemerataan pembangunan di Blora bagian selatan. Jembatan tersebut yaitu jembatan Medalem-Ngraho, yang menghubungkan Kabupaten Blora dengan Kabupaten Bojonegoro dan akses jalan Randublatung-Getas-Banjarejo, yang menghubungkan Kabupaten Blora dengan Kabupaten Ngawi.

Sebagaimana dipaparkan oleh Djoko Nugroho, bahwa posisi geografis Kabupaten Blora kurang menguntungkan, karena tidak terletak di dua jalur potensial, yakni utara maupun selatan. Kondisi ini semakin tidak menguntungkan karena hampir 50% wilayah Blora adalah kawasan hutan milik Perhutani.

“Kabupaten Blora memiliki 130 desa yang berada di kawasan hutan, di mana akses jalan keluar masuk desa begitu buruk. Pemerintah Daerah Kabupaten Blora sudah sejak beberapa tahun yang lalu mengupayakan pembangunan jalan di kawasan hutan milik Perhutani, namun tidak dapat dilakukan karena terganjal aturan,” ujar Djoko Nugroho.

“Jarak antara Desa Getas dengan Alun-Alun Ngawi hanya 4 kilometer. Tapi warga saya kalau mau ke kota harus muter sampe 60 kilometer lebih,” keluhnya.

Melalui Rakor ini, diharapkan terwujud sebuah kesepakatan yang konstruktif antara ketiga Pemerintah Daerah dalam upaya pembangunan infrastruktur untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, utamanya masyarakat di kawasan hutan.

Menanggapi hal tersebut, Pj. Bupati Bojonegoro, Dr Suprianto SH MH menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan tersebut. Namun demikian, terlebih dahulu perlu adanya kesepakatan antar Pemerintah Provinsi dan antar Pemerintah Kabupaten, mengingat pembangunan ini melibatkan 2 Provinsi.

Demikian pula dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi, pihaknya, melalui Kepala Dinas PU, Hadi Suroso juga menyatakan kesediaanya untuk melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora dalam pembangunan akses jalan Randublatung-Getas-Banjarejo. Hal ini semata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Djoko Nugroho sangat menyambut baik kesediaan pihak-pihak terkait, termasuk dari Perhutani dalam upaya rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan Blora bagian selatan menuju kabupaten tetangga. Selanjutnya, dia meminta OPD terkait untuk segera melakukan hal-hal yang dianggap perlu untuk terwujudnya pembangunan tersebut.

Rakor ini juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Blora, Asisten I dan Asisten II Sekda Blora dan Adm KPH Ngawi. (Humas Blora/Adm)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi