Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (3 jam yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (5 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (5 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (6 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (9 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (17 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (20 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (1 hari yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA 28 September 2021, 16:07 WIB 2,657 PDF

Bupati Pati dan Fatayat NU Luncurkan Program “Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS”

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bupati Pati dan Fatayat NU Luncurkan Program “Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS”
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI,INFODESANEWS.COM – Bupati Pati Haryanto bersama Fatayat NU Kabupaten Pati meluncurkan program ‘Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS’.

Peluncuran program untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan hak pelayanan kesehatan itu, berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (27/9).

“Memang persoalan di lapangan terkait jaminan kesehatan masyarakat sering kali berbeda dengan apa yang disampaikan.

Pemerintah daerah sudah sering melakukan validasi dan verifikasi data, namun pemerintah pusat tergesa-gesa untuk segera menetapkan jumlah-jumlah yang ada ini sehingga kadang memakai data yang lama dan akhirnya data tersebut tidak sesuai lagi dengan hasil validasi maupun verifikasi”, terang Bupati.

Pengguna jaminan kesehatan ini, lanjut Haryanto, adalah masyarakat yang sadar arti kesehatan itu penting, namun yang aktif memanfaatkan justru dari kalangan menengah ke atas.

“Untuk kalangan menengah ke bawah malah sering kali tidak memanfaatkan. Mereka baru mengurus JKN KIS ini setelah dirawat di rumah sakit, padahal untuk mengurus perlu waktu. Kadang orang bilang kalau mengurus JKN KIS itu sulit dan lama padahal mekanismenya memang perlu waktu sekitar dua minggu”, imbuhnya.

Haryanto mengaku menyambut dan mengapresiasi program Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS, yang diluncurkan di Pendopo Kabupaten Pati tersebut.

Bupati mengaku senang dan berterima kasih kepada AKATIGA yang telah bekerja sama dengan Fatayat NU untuk ikut mengawasi di lapangan.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pati Asmonah mengatakan pihaknya perlu menggerakkan program ini karena masih terjadi ketimpangan data-data yang di daerah dan di pusat.

Program ini, imbuhnya, lebih fokus dalam hal, mengawasi, mendampingi (advokasi), sekaligus menyosialisasikan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Kita yang memiliki basis anggota hingga ke desa-desa dan ranting, akan membantu agar program pemerintah bisa tercapai dan memenuhi sasaran dengan baik.

Melalui program ini diharapkan akan ada peningkatan pelayanan kesehatan JKN-KIS bagi keluarga miskin, melalui pendampingan yang dilakukan kader Fatayat”, pungkasnya. (@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi