Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (6 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (6 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (6 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (14 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (17 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (18 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (18 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (22 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (23 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (23 jam yang lalu)
NASIONAL 30 Juni 2022, 15:24 WIB 1,279 PDF

Bupati Pati Ingatkan Tiga Poin Penurunan Angka Stunting

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bupati Pati Ingatkan Tiga Poin Penurunan Angka Stunting
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

PATI, INFODESANEWS – Bupati Pati Haryanto sampaikan beberapa hal yang harus dilakukan dalam melaksanakan tugas di lapangan terkait percepatan penurunan angka stunting.

Pertama, terkait dengan tim percepatan yang sudah dibentuk ini, Bupati minta segera melakukan aksi nyata dengan kegiatan- kegiatan yang telah dikomunikasikan melalui inovasi.

“Inovasi ini bisa jalan, bisa berhasil manakala itu bisa dimaksimalkan dan dilakukan di lapangan. Karena kita ini tidak bisa berhasil manakala hanya sekedar kita bicarakan saja. Tetapi kita harus action di lapangan,” paparnya.

Yang kedua, penanganan stunting ini dilakukan secara terintegrasi melalui penganggaran yang ada. Melalui DKK, Dinsos, Bappeda serta desa. Hal ini bisa dipadukan dan terintegrasi yang akhirnya bisa mengurangi angka stunting.

Sehingga jumlah yang ada ini bisa tertangani dengan tepat sasaran.“Jadi anggaran itu bisa dikomunikasikan, diintegrasikan sehingga tidak tumpang tindih,” imbuhnya.

Yang ketiga, pihaknya meminta agar upaya ini harus ada pemetaan beberapa desa yang menjadi lokasi fokus (lokus) sesuai klasifikasi angka stunting tertinggi. Sehingga pemetaan ini diprioritaskan kepada desa-desa yang memiliki klasifikasi stunting dengan skala tinggi.

“Jadi pemetaannya diprioritaskan desa-desa yang besar ini, bagaimana caranya bisa menurunkan dibawah dari rencana yang sudah menjadi target. Ada tiga pemetaan. Pemetaan pertama adalah yang 15%, yang kedua adalah diatas 5%, kemudian yang ketiga adalah dibawah 5%,“ jelas Bupati saat diwawancarai Awak Media,Rabu (29/06/2022).

Selain itu Bupati menambahkan, melalui pemeriksaan rutin harus dilakukan karena untuk mengetahui seseorang dari stunting berubah menjadi kondisi dengan gizi yang tidak buruk menjadi baik itu adalah dari tindakan-tindakan yang terpantau.

Karena jika dalam pemeriksaan itu terjadi sedikit kesalahan, maka akan menimbulkan data yang tidak akurat.“Jadi perkembangan ini harus selalu dipantau, bagaimana itu yang minggu kemarin, oh ada perubahan. Minggu yang berikutnya ada perubahan lagi, berarti data ini bisa menjadi baik,” pungkasnya.(@Gus)

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi