Jumat, 2 Oktober 2026
TERKINI
• Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya (7 jam yang lalu) • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan (9 jam yang lalu) • Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (14 jam yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (16 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (17 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (17 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (20 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (1 hari yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (1 hari yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (1 hari yang lalu)
INFODESA 13 Februari 2022, 12:05 WIB 2,088 PDF

Bupati Pati : RAT Jadi Indikator Koperasi Sehat

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bupati Pati : RAT Jadi Indikator Koperasi Sehat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI, INFODESANEWS – Bupati Pati Haryanto menghadiri Rapat Anggota Tahunan KSP Pangestu Tutup Tahun Buku 2021 di The Safin Hotel Pati pada Sabtu (12/2).

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh pemilik KSP Pangestu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pati, Dinas Koperasi dan UMKM Rembang, Dinas Koperasi dan UMKM Kudus, Kapolsek Juwana dan para tamu undangan lainnya.

Anggota KSP Pangestu yang hadir dalam acara ini hanya berjumlah sekitar 30% dari jumlah anggota yang ada, mengingat saat ini masih pandemi dan meminimalisir terjadinya penyebaran Covid 19.

Dalam sambutannya, Bupati Pati Haryanto menuturkan bahwa RAT adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pihak koperasi. “Indikator bahwa koperasi itu sehat adalah masih berani melaksanakan RAT”, ujarnya.

Di Kabupaten Pati, imbuh Bupati, ada banyak koperasi, yakni sekitar 1.100 dan sekarang tinggal 612 koperasi, sedangkan yang lain dibekukan.

Sejumlah koperasi umumnya bermasalah lantaran managemen, pengelolaan dan pengawasannya yang tidak baik.”Apabila koperasi tetap eksis dan aktif seperti KSP Pangestu, maka terbukti bahwa koperasi ini sehat apalagi sudah mendapat penilaian indikator dari Kementerian Koperasi”, imbuhnya.

Kondisi pandemi Covid 19, pemerintah menurunkan suku bunga yang rendah, namun KSP Pangestu masih tetap bertahan, ini membuktikan bahwa koperasi dikelola dengan sangat baik.

“Koperasi di Kabupaten Pati dapat membantu pemerintah dalam memberikan bantuan simpan pinjam kepada masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat”, ujarnya.

Bupati Pati Haryanto pun mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam menabung atau menginvestasikan uangnya, sehingga tidak mudah tergiur dengan bunga dan iming-iming lainnya. “Paling aman ya ditabung di KSP Pangestu atau perbankan yang lain.

Pada saat penutupan, Bupati Pati Haryanto berpesan agar KSP Pangestu dapat menjadi contoh bagi koperasi-koperasi yang lain dan ia berharap para anggota dapat semakin sejahtera, sehingga berani mengagendakan kegiatan RAT,”pungkasnya.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi