Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (31 menit yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (51 menit yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (1 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (3 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (7 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (16 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (17 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (22 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu)
INFODESA 03 Juni 2018, 22:19 WIB 1,419 PDF

Cegah Radikalis-Teroris, FKPT Jateng Tegaskan Peran Pesantren

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Cegah Radikalis-Teroris, FKPT Jateng Tegaskan Peran Pesantren
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Pesantren dalam sejarah perjuangan bangsa ini memiliki peran besar. Namun demikian adanya aksi radikalisme dan terorisme yang selalu mengatasnamakan Islam menjadikan citra Islam dan Pesantren menjadi tidak baik. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Penelitian FKPT Jateng, Dr. KH. Syamsul Maarif, MAg dalam rapat koordinasi yang digelar di sebuah rumah makan di Semarang, kemarin, (2/6).

Pesantren adalah gawang bagi radikalis dan teroris, kata Syamsul, namun demikian peran santri kurang tampak terekspos dengan baik. Ia menyayangkan maraknya radikalisme dalam Islam dan aksi teror atas nama Islam. Hal ini, menurut dia, tidak lepas dari framing-framing yang dikemas dan dikembangkan seolah Islam terdzalimi. Selain itu, munculnya pesantren-pesantren yang tidak mencerminkan kultur pesantren khas Indonesia menjadi tanda tanya tersendiri.

Syamsul yang juga ketua ISNU Kota Semarang ini menerangkan, perkembangan Islam yang mulanya dikembangkan dengan pola yang halus, Islam masuk melalui budaya. Karena itu pesantren yang khas Indonesia selalu mencetak kader yang nasionalis. Sebab, para santri produk pesantren mampu menghargai budaya bangsanya dan mengemasnya dengan memasukkan unsur agama ke dalam budaya.

Senada dengan Syamsul, ketua FKPT Jateng, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan Negara. Pesantren di Indonesia tidak ada yang mengajarkan paham radikal. Budiyanto menyatakan bahwa pesantren tidak berfikir untuk berlaku radikal dan teror. Dalam sejarahnya, Budiyanto mengungkapkan, pesantren dan para Kiainya mampu momong masyarakat, mengarahkan kehdupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Dalam rakord tersebut, direncanakan FKPT selanjutnya untuk melakukan anjang sana dengan pesantren-pesantren yang ada dan berkembang di Jawa Tengah. Hal ini, dimaksudkan untuk menepis adanya asumsi negatif terhadap pesantren. Lebih lanjut kata Budiyanto, peran pesantren ini harus dibentengi dari paham radikalis. Sebab, kata dia, pesantren merupakan aset besar bagi pembangunan bangsa.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi