Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (50 menit yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (2 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (2 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (7 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (8 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (10 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (10 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (10 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (18 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (18 jam yang lalu)
NASIONAL 27 September 2022, 03:54 WIB 2,111 PDF

Cegah Wabah PMK, Kapolda Gorantalo Perkuat Pengawasan di Perbatasan

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Cegah Wabah PMK, Kapolda Gorantalo Perkuat Pengawasan di Perbatasan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

GORONTALO – Melalui saluran video conference (Vicon) dalam rangka analisa dan evaluasi gangguan Kamtibmas Mingguan, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Helmy Santika ,S.H., S.I.K, M.Si menekankan kepada jajarannya untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) pada ternak khususnya sapi di wilayah Provinsi Gorontalo dengan meningkatkan pengawasan di pintu masuk perbatasan.

“Sampai dengan saat ini, belum ada laporan wabah PMK di Provinsi Gorontalo, namun demikian dibeberapa wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah sudah ada hewan ternak yang terjangkit.” oleh karena itu, perkuat pengawasan di pintu masuk perbatasan koordinasikan dengan Pemda dan dinas terkait serta stakeholder lainnya,” Kata Helmy. Senin (26/9/2022)

Di hadapan para Pejabat Utama Polda di ruang Lobby Presisi dan juga diikuti secara virtual oleh para Kapolres beserta pejabat utama Polres, Jenderal bintang dua itu mengatakan bahwa penyebaran wabah PMK hampir sama dengan Covid19 begitu juga cara penanganannya.

“Melaksanakan disinfeksi untuk hewan dan produknya, orang, dan kendaraan setiap keluar masuk kandang dan pelintasan Komunikasi, Informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat, testing, pengobatan, pemberian vaksin terhadap hewan yang sehat agar tidak mudah tertular.

Disinilah ada juga treatment ataupun penanganan lain terhadap hewan yang apabila hasil testing dinyatakan terkonfirmasi PMK, agar ini semua dikoordinasikan dengan Pemda dan dinas terkait untuk disiapkan/ diantisipasi,” Imbuhnya.

Selain itu, Kapolda Helmy juga memerintahkan jajaran Polres untuk segera membentuk posko-posko guna penanganan PMK ini.
“Silakan baik Polda maupun Polres buat posko-posko untuk memantau penanganan PMK ini dan harus di lakukan pengecekan dikandang .

Terus libatkan bhabinkamtibmas beserta tiga pilar lainnya dan harus koordinasi dengan Bupati beserta kepala dinas terkait untuk ketersediaan dalam kesiapan tenaga kesehatan hewan.

Terutama ketersedian vaksin termasuk balai karantina apabila ditemukan hewan yang terindikasi terjangkit PMK, sehingga secara dini bisa dicegah,”Terang Helmy.

Tak hanya itu, Polda Gorontalo saat ini juga sudah membentuk Satuan Tugas Penanganan PMK Polda Gorontalo. “Hal ini dikatakan oleh Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono,SIK.

“Guna mengantisipasi maraknya wabah PMK pada ternak, bapak Kapolda telah membentuk Satgas Penanganan PMK dengan mengeluarkan Surat Perintah Nomor : Sprin/ 1670/IX/OPS.2/2022 tanggal 23 September 2022 yang melibatkan 78 personel gabungan Polda Gorontalo untuk memback up kewilayahan dalam mencegah penyebaran wabah PMK di Provinsi Gorontalo,”kata Wahyu.

Adapun kegiatan Satgas nanti kata Wahyu yakni melakukan koordinasi ,sosialisasi dan edukasi bersama instansi terkait melakukan penyuluhan untuk pencegahan penyebaran PMK.

Agar rutin melakukan pendampingan terhadap petugas dalam melaksanakan tindakan pengendalian dan penanggulangan PMK serta memback up secara penuh gugus tugas dalam upaya penanggulangan penyebaran PMK.

Dengan tetap terisolasi di daerah yang ditetapkan sebagai wabah, termasuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan hewan ternak yang akan dipotong telah lulus uji klinis oleh dokler hewan yang diberikan kewenangan,”pungkasnya.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi