Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 14 Desember 2020, 18:35 WIB 1,067 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dampak Aliran Bengawan Solo, Jalan Penghubung Antar Kampung di Dungus Karanganyar Plupuh Ambrol

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dampak Aliran Bengawan Solo, Jalan Penghubung Antar Kampung di Dungus Karanganyar Plupuh Ambrol
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

KARANGANYAR-INFODESANEWS, Minggu malam (13/12), bantaran sungai bengawan solo mengalami kenaikan debit air. Sehingga wilayah hilir beberapa sawah terendam dan terdapat jalan penghubung terkikis dan ambrol. Terjadi di desa Dungus 13, Karanganyar Plupuh, jalan penghubung antar kampung ambrol karena derasnya dan besarnya debit air (meluap).

Beberapa bulan yang lalu dari dinas terkait telah melakukan kegiatan pasang pathok dan pengukuran, tapi hingga sekarang belum terealisasi. Akhirnya pathok hilang terbawa air dan tanah terkikis (erosi) akibat besarnya arus sungai bengawan solo.

Erosi selalu terjadi saat air pasang atau kondisi sungai meluap, bahkan sering terjadi banjir di bulan tertentu, yang mengakibatkan air sungai masuk ke wilayah perkampungan dan erosi yang mengikis semakin menjorok, mengikis tanah perkampungan.

Beberapa rumah dekat sungai di dukuh Dungus 13, Desa Karanganyar, sudah sangat dekat dengan jarak aliran sungai, hal ini tentu menjadi perhatian serius dan menjadi pemikiran bersama terutama dinas terkait di wilayah Kabupaten Sragen.

Akibat hujan deras dari wilayah hulu dan debet air yang tinggi, Minggu malam (13 Desember 2020) membuat jalan penghubung antar kampung Karang dan Dungus terkikis dan ambrol, tidak berani untuk dilewati, sehingga harus mencari jalan alternatif. Desa karang yang ke Dungus lewat aliran bantaran sungai mencari alternatif jalan penghubung agar aktifitas warga berjalan normal dan menjaga keselamatan.

Kekawatiran warga akibat terjadinya longsor dan erosi derasnya air sungai yang meluap cukup tinggi, hal ini disampaikan Ketua RT 13 Dungus, Sukirman ST MSi. Berharap warganya untuk selalu waspada dan jangan mendekati aliran sungai untuk keselamatan dan keamanan jiwa. Semoga kedepan kondisi ini akan menjadi perhatian serius untuk dicarikan solusi oleh semua pihak dan para pemangku kebijakan. (Anto/hr/*)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi