Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (1 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (3 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (3 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (3 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (10 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (19 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (19 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (1 hari yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (2 hari yang lalu)
INFODESA 09 September 2023, 18:01 WIB 1,683 PDF

Dampak Musim Kemarau Ratusan Hektar Tanaman Jagung di Sejumlah Wilayah Lamsel Gagal Panen

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dampak Musim Kemarau Ratusan Hektar Tanaman Jagung di Sejumlah Wilayah Lamsel Gagal Panen
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESNEWS — Ratusan hektare tanaman jagung di Tiga Kecamatan yakni Kecamatan Katibung, Merbau Mataram dan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan, terancam gagal panen akibat kemarau panjang yang melanda wilayah setempat.

Seorang petani jagung warga Desa Babatan Kecamatan Katibung, Gino, mengatakan ancaman gagal panen tersebut terjadi setelah tanaman jagung di wilayahnya rusak akibat kurang air.

“Tanaman jagung yang sudah berumur 1-2 bulan semuanya layu dan mengering karena tidak mendapatkan pasokan air yang memadai,” ujar Mbah Gino kepada infodesanews.com, Sabtu (9/9/2023)

Dikatakan pada umumnya para petani setempat mengandalkan air hujan.Namun dua bulan terakhir tak ada hujan karena musim kemarau.

“Musim kemarau tahun ini tergolong parah. Sebab tanaman palawija jagung  tidak bisa bertahan lama karena cuaca terlalu panas, maka pertumbuhan tanaman tidak maksimal bahkan jagung yang berusia 1-2 bulan tidak bisa diselamatkan semuanya kering.”kata Gino.

Hal yang sama dikatakan Andi warga Desa Baru Ranji Kecamatan Merbau Mataram.

“Dua bulan terakhir tak ada hujan, hingga berdampak pada tanaman jagung dan kering akibat cuaca panas. Rata-rata tanaman jagung yang tidak bisa diselamatkan kisaran umur 1-2 bulan.”kata dia.

Akibat kondisi alam ini para petani jagung harus merugi 6 sampai 7 juta kerena gagal panen dampak cuaca panas.

Kerugian para petani jagung akibat gagal panen dampak cuaca panas, para petani berharap kepada pemerintah melalui Asuransi Petani dapat bantuan untuk modal tanam kembali di musim tanam berikutnya.

“Selama ini di tiga Kecamatan Katibung, Merbau Mataram dan Way Sulan dikenal sebagai sentra produksi jagung lokal.”pungkasnya.  (Aceng)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi