LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Tak sekadar menyampaikan tausiyah, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan Dwi Riyanto membawa pesan keagamaan sekaligus kepedulian sosial dalam Pengajian Rutin Bakor RISMA Desa Panca Tunggal, Kecamatan Merbau Mataram, Minggu (27/9/2026).
Di hadapan ratusan jamaah, Dwi membagikan buku karyanya "Aktualisasi Islam Menjawab Problematika Umat" sekaligus menyerahkan tali kasih kepada para lansia.
Kegiatan yang digelar di Masjid Nurul Mukmin, Dusun Sidorejo, tersebut merupakan pengajian rutin yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali. Pada triwulan ketiga tahun ini, kegiatan diikuti para remaja dari 11 masjid yang ada di Desa Panca Tunggal.
Anggota DPRD yang dikenal dengan julukan "Konco Yasinan" itu tidak hanya hadir untuk memberikan tausiyah, tetapi juga membawa buku yang ditulisnya sebagai bahan bacaan dan renungan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain membagikan buku, Dwi juga memberikan tali kasih kepada sejumlah lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Pengajian turut dihadiri Kepala Desa Panca Tunggal Agus Suroto, Ketua BPD Lasono, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam KH Nur Hamid, Sekretaris Desa, kepala urusan dan kepala seksi desa, Kadus, para tokoh agama, serta ratusan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Acara diawali dengan penampilan seni oleh sekitar 30 anggota RISMA, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Panitia Indra Riyan Prayoga, Ketua Bakor RISMA Edi Irwanto, Kepala Desa Agus Suroto, tausiyah Dwi Riyanto, dan ditutup dengan doa oleh KH Nur Hamid.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia dan Ketua Bakor RISMA menekankan pentingnya menjaga sekaligus melanjutkan kegiatan pengajian rutin yang telah dirintis oleh para pendahulu.
Menurut mereka, keberlangsungan pengajian menjadi bagian penting dalam menjaga semangat keagamaan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk aktif dalam kegiatan positif di lingkungan masjid.
Sementara itu, Kepala Desa Panca Tunggal Agus Suroto mengingatkan masyarakat agar saling mengingatkan, baik kepada keluarga maupun tetangga, untuk tidak terjerumus dalam praktik judi online.
Ia menekankan bahwa judi online tidak hanya berpotensi merusak kondisi ekonomi dan kehidupan keluarga, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Dalam tausiyah bertema "Menempuh Kesungguhan Jalan Allah, Mengemis Ridha-Nya", Dwi Riyanto mengupas kandungan Surat Al-Ankabut ayat 69 sebagai bahan renungan bagi para jamaah.
Anggota DPRD Lampung Selatan dua periode tersebut menjelaskan bahwa orang yang bersungguh-sungguh mencari ridha Allah harus terus berusaha berada di jalan kebaikan dan menjaga keikhlasan dalam menjalani kehidupan.
Mantan komisioner KPU Lampung Selatan periode 2003–2014 itu kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Abu Nu'aim mengenai lima pesan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW.
Lima pesan tersebut disampaikan Dwi sebagai renungan tentang hakikat kehidupan, cinta, amal perbuatan, kemuliaan seorang mukmin, dan kemandirian.
Pertama, "Hiduplah sesukamu, tetapi sesungguhnya kamu akan mati."
Kedua, "Cintailah siapa saja yang kamu suka, tetapi sesungguhnya kamu akan meninggalkannya."
Ketiga, "Berbuatlah sesukamu, tetapi sesungguhnya kamu akan diberi balasan atas perbuatanmu."
Keempat, "Ketahuilah, sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin adalah pada shalat malamnya."
Kelima, "Ketahuilah, sesungguhnya kewibawaan seorang mukmin adalah kemandiriannya dari manusia."
Pesan tersebut, kata Dwi, menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia memiliki batas dan setiap manusia pada akhirnya akan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya.
Karena itu, kehidupan tidak semestinya hanya diisi dengan mengejar kepentingan duniawi, tetapi juga dengan memperbanyak amal kebaikan, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
Dwi yang merupakan anggota DPRD dari daerah pemilihan Lampung Selatan 6, meliputi Kecamatan Tanjung Bintang, Merbau Mataram, dan Tanjung Sari, juga mengajak para remaja masjid agar menjadikan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, RISMA bukan sekadar wadah berkumpulnya para remaja, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap masjid, memperkuat ukhuwah, membangun kepedulian sosial, dan membentuk generasi yang memiliki nilai keagamaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH Nur Hamid. Pengajian berlangsung dalam suasana khidmat dan diikuti masyarakat hingga selesai. (Red)