Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (9 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (11 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (14 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (15 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (15 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (16 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (16 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
NASIONAL 12 Agustus 2020, 15:28 WIB 2,454 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Demi Pengunjuk Rasa Korban Banjir Bandang: Bupati Lutra Batalkan Semua Agenda, Menunggu 4 Jam Untuk Berdialog

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Demi Pengunjuk Rasa Korban Banjir Bandang: Bupati Lutra Batalkan Semua Agenda, Menunggu 4 Jam Untuk Berdialog
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL(LUTRA), INFODESANEWS | Setelah menunggu selama 4 jam, mulai pukul 10.00 Wita di Media Centre Penanganan Banjir Bandang yang berkedudukan di Aula I Lagaligo akhirnya dialog baru bisa dimulai pukul 14.00 Wita, sebab pengunjuk rasa Mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Korban Banjir Bandang, Selasa (11/8/2012).

Dalam dialog dengan pengunjuk rasa Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani didampingi Kepala Dinas (Kadis) PUPR Suaib Mansur, Kepala BPBD Muslim Muhtar, Kepala Dinas Sosial Besse Andi Pabeangi bersama jajaran tim teknis.

Dalam dialog itu, Bupati Indah menjawab semua tuntutan pengunjukrasa yakni, data rumah korban banjir, DTH, penanganan bencana banjir bandang terkhusus normalisasi sungai Masamba dan Radda, pemulihan ekonomi khususnya lahan pertanian yang terendam banjir lumpur dan pembangunan hunian tetap serta pembangunan tanggul permanen, biaya sewa rumah, proses penyaluran bantuan dan penggunaan dana tanggap darurat serta lainnya.

Sekadar diketahui Senin kemarin (10/8/2020), pengunjuk rasa Forum Masyarakat Korban Banjir Bandang Luwu Utara, DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), akhirnya kacau/ricuh dan tidak menghasilkan apa-apa.

Kericuhan itu karena pengunjukrasa hanya meminta pimpinan rapat dengar pendapat untuk menghadirkan Bupati Lutra Indah Putri Indriani, namun Karemuddin Wakil Ketua II DPRD Lutra menolak permintaan pengunjukrasa dan memukul meja dengan arogan, sehingga memicu situasi menjadi memanas dan terjadi kekacauan/kericuhan dalan ruangan paripurna DPRD Lutra.

“Demi kepentingan masyarakat, saya bersedia menunggu empat jam dan semua agenda hari ini saya batalkan demi adik-adik Mahasiswa yang mengatasnamakan forum masyarakat korban banjir bandang,” kata Bupati.

Koordinator lapangan, Hatta bersama pengunjukrasa lainnya mengatakan, kami merasa lega dan puas setelah keinginan warga korban bencana banjir bandang lumpur mendapat jawaban pasti Bupati Lutra.(yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi