Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (13 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (21 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (23 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (23 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 23 September 2022, 18:22 WIB 2,722 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Demo Gladag, GRBS Minta MPR Memakzulkan Jokowi

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Demo Gladag, GRBS Minta MPR Memakzulkan Jokowi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO – INFODESANEWS, Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bersatu Soloraya (GRBS) melakukan demonstrasi di Bundaran Gladag, Pasar Kliwon, Solo pada Jumat (23/9). Massa yang berjumlah ratusan itu meminta Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memakzulkan atau mencopot Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Republik Indonesia. “Secepatnya MPR mencopot Jokowi sebagai presiden, karena dianggap sudah tidak layak dan tidak mampu dalam mengelola tata negara,” ungkap Ketua Gerakan Rakyat Soloraya Bersatu Syamsubdin Asrori.

Syamsuddin mengatakan Presiden Jokowi layak turun dari jabatannya. “Kami berusaha menyampaikan aspirasi atas carut-marutnya tata negara,” katanya. Menurut Syamsuddin, ada dua kepentingan besar yang terjadi pada era pemerintahan Jokowi sehingga membuat rakyat menjadi tertindas. Dua kepentingan itu, yakni kepentingan oligarki politik dan ekonomi.

Syamsubdin menjelaskan dinamika dua kepentingan tersebut justru menguntungkan pihak oligarki. Kondisi rakyat makin terpuruk dengan beberapa kebijakan yang baru dikeluarkan, sementara orang-orang kaya atau oligarki makin merajalela. “Dua kepentingan itu sangat menindas rakyat. Rakyat makin menderita dan orang-orang kaya atau oligarki semakin merajalela,” jelasnya.

Dia menambahkan kegiatan unjuk rasa ini adalah suara dari dalam hati berdasarkan catatan keprihatinan dari GRBS. “Akan kami bacakan agar didengar, Jokowi layak mundur, layak turun tahta, dan layak pulang ke Solo meninggalkan jabatannya,” tutur dia. (mcr/h/red slo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi