Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (8 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 09 Oktober 2020, 01:01 WIB 1,633 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Bakar Truk Satpol PP

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Bakar Truk Satpol PP
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SURAKARTA, INFODESANEWS | Aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Surakarta berujung ricuh. Satu mobil truk Satpol PP bahkan terbakar kena amuk massa. Bentrok bermula saat terjadi lemparan di sisi selatan atau tepatnya di samping Bank BRI Cabang Kartasura.

Massa yang semakin anarkis membuat kepolisian melakukan tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan keributan. Lemparan berbagai benda mulai botol, batu, hingga pecahan kaca beterbangan di langit ‘Segitiga Emas’.

Dari pantauan INFODESANEWS.COM, sebuah truk Satpol PP terbakar setelah dirusak massa. Bentrokan terjadi hingga menjelang maghrib dan berhenti setelah kumandang adzan.
Sedari sore, ribuan massa yang tergabung dari berbagai elemen, terutama mahasiswa sejumlah kampus di Kota Solo dan sekitarnya menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Kartasura.

Dari pantauan mereka memadati ruas jalan bahkan hingga menutup akses jalur utama Solo-Semarang-Jogja. Pihak kepolisian lantas mengalihkan arus kendaraan dari semua sisi ‘segitiga emas’ melewati jalur alternatif seperti Jalan Slamet Riyadi Kartasura, maupun Jalan Tentara Pelajar, Ngasem, Karanganyar.

Tak hanya itu, hampir seluruh pertokoan yang berada di lokasi maupun sekitaran aksi demo memilih tutup. Aparat gabungan baik TNI maupun kepolisian dari Polres Sukoharjo maupun Sat Brimob Polda Jateng bersiaga mengamankan jalannya aksi. Hujan deras sejatinya hampir terus mengguyur lokasi, namun hal itu tak membuat massa beranjak dari tempat unjuk rasa.

Massa aksi menggunakan jas almamater, serta banyak juga mereka yang membawa poster yang berisi kecaman pengesahan Omnimbus Law dan Undang-undang Cipta Kerja oleh DPR RI. Batalkan atau kita akan jegal sampai (UU Omnimbus Law) gagal, ucap orator.(*)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi