Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (4 jam yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (6 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (7 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (8 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (10 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (19 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (21 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (1 hari yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA 06 Oktober 2021, 21:57 WIB 684 PDF

Demokrasi Baik Adalah Kader Pengawas dari Masyarakat

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Demokrasi Baik Adalah Kader Pengawas dari Masyarakat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI,INFODESANEWS.COM – Bupati Pati Haryanto menghadiri acara pembukaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Dasar di Muria Ballroom The Safin Hotel Pati, Rabu (6/10/2021).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia.”maka acara berlangsung selama tiga hari tanggal 6-8 Oktober 2021 dibuka secara langsung oleh Ketua Bawaslu Jawa Tengah M Fajar Saka dan diikuti 85 peserta dari Pati dan Jepara.

Bupati Haryanto mengatakan, pihaknya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini.”Menurut dia, kader partisipatif dari kalangan masyarakat memang perlu dipersiapkan, sekalipun tahun politik masih cukup lama, yakni 2024 mendatang

“SKPP ini langkah yang baik untuk merefresh, mengingatkan kembali tentang pelaksanaan pesta demokrasi. Peserta minimal akan tahu bagaimana berdemokrasi, penyelenggaraannya bagaimana,” kata Haryanto.

Menurut dia, dengan adanya partisipasi pengawasan dari masyarakat, penyelenggaraan pesta demokrasi akan berjalan secara fair. Bahkan sampai tingkat paling bawah, misalnya pemilihan kepala desa atau malah pemilihan Ketua RT.

Pada kesempatan tersebut, dia juga berpesan agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SKPP ini benar-benar menaati protokol kesehatan.

Sementara, Ketua Bawaslu Jateng M Fajar Saka menegaskan, semua pihak yang terlibat kegiatan ini semua sudah dites swab dan hasilnya negatif Covid-19.

“Namun, tetap dibutuhkan kerja sama agar selama kegiatan protokol kesehatan dilaksanakan dengan hati-hati. Ini bagian dari kontribusi kita menyelesaikan persoalan bangsa,” ujar dia.

Fajar mengatakan meski Pemilu memang masih lama, berdasarkan undang-undang Bawaslu punya kewajiban untuk mempersiapkan sebaik-baiknya.

“Terutama menyiapkan pemilih. Integritas demokrasi tidak bisa terwujud kalau hanya dibebankan pada penyelenggara Pemilu.

Misal Bawaslu dan KPU sudah baik, tapi ternyata trouble makernya pemilih yang langsung pasang tarif. Kalau seperti ini tidak akan terwujud pemilu yang berintegritas,” tutur Fajar.

Fajar menyebut, selain karena adanya niat, kejahatan bisa timbul kalau ada kesempatan.”Maka kita bisa hentikan kejahatan politik uang dengan berperan menjadi pemilih yang kritis dan otomatis niat (kontestan Pemilu) untuk membagikan uang akan berhenti.

Melahirkan kader-kader pengawas pemilu melalui SKPP, lanjut Fajar, merupakan tujuan jangka panjang.”Kita tidak bisa menilai hasilnya dalam satu atau dua bulan.

Rekan-rekan peserta semua akan jadi bagian dari 106 titik SKPP di seluruh Indonesia. Di sini ada 85 orang. Di titik lain juga sama. Maka akan ada ribuan orang punya semangat baik,” ungkap Fajar.

Dia mengatakan, proses Pemilu yang bermartabat dan berintegritas akan menghasilkan pemimpin yang hikmat dan bijak. Adapun politik uang akan berpotensi melahirkan pemimpin yang sebaliknya.

“Maka sebarkanlah ilmu yang didapat dari kegiatan ini ke teman-teman yang lain. Sehingga ketika semakin banyak jejaring dan banyak yang paham, akan ada kekebalan atau imunitas dari virus anti demokrasi. Politik uang, hoaks, dan sebagainya bisa ditangani sebaik-baiknya,” tandas dia.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi