Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (16 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (19 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (22 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (23 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (23 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
INFODESA 22 Maret 2018, 07:12 WIB 794 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Dharma Wanita Banyumas Berlatih Sulam Ngapak

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dharma Wanita Banyumas Berlatih Sulam Ngapak
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Purwokerto, Infodesanews.com – Sedikitnya seratus anggota Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Banyumas mengikuti pelatihan Sulam Ngapak, Rabu (21/3) di Pendopo Sipanji Purwokerto. Sulam ngapak merupakan produk kerajinan baru yang dibuat dengan ciri khas seperti batik dan memiliki pakem banyumasan.

Ketua Bidang Ekonomi Dharma Wanita Kabupaten Banyumas Yulis Sri Nugroho, mengatakan pelatihan bertujuan untuk menambah ketrampilan anggota dharma wanita, dan diharapkan dapat mengembangkan sulam ngapak menjadi icon produk terbaru di Banyumas selain batik.

“Selain itu nantinya juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi kalangan perempuan dan diharapkan dapat menularkan ilmu yang didapat pada anggota dharma wanita karena para peserta merupakan perwakilan dari Kecamatan dan SKPD,” terangnya

Terkait pemateri Dharna Wanita menggandeng mentor kerajinan tangan sulam ngapak, Cocos Trisada. Menurut Cocos sulam ngapak merupakan kerajinan tangan yang memerlukan keterampilan dari berbagai macam jenis sulam dijadikan satu.

“Sulam ngapak dengan jenis kerajinan sulam biasa berbeda jauh. Sulam biasa hanya memanfaatkan satu jenis sulaman saja, seperti benang sulam. Sedangkan sulam ngapak menggunakan beberapa jenis sulaman, meliputi sulam payet, benang, bahan perca dan pita. Lima jenis sulaman ini diaplikasikan menjadi satu. Ini menjadi pakem sulam ngapak,” katanya

Cocos mengemukakan, kerajinan tangan ini menjual keunikan sebuah produk. Aplikasinya banyak, selain untuk tas, lukisan, baju, kebayak atau gamis muslim, juga dapat dikreasikan untuk box tisu, sepatu dan aksesoris bros. Adapun motif sulam ngapak ini diantaranya, motif bunga, binatang, abstrak serta kaligrafi. Motif ini akan terus berkembang dengan menggunakan ide-ide lain yang lebih menarik dan unik. Dirinya juga sudah mengembangkan ke beberapa desa.

Terkait peluang pemasaran Cocos memastikan bisa menampung hasil kerajinan ini, karena pihaknya sudah menjalin kerja sama dan menjual produk ke berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan saat ini produk bisa dilihat di Stand Dekranasda Kabupaten Banyumas di Pratista Harsa Purwokerto.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi