Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (8 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 09 Oktober 2020, 16:06 WIB 1,549 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ambil Gambar Saat Razia, Ketua Peradi Solo Dapat Perlakuan Tidak Menyenangkan dari Aparat

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ambil Gambar Saat Razia, Ketua Peradi Solo Dapat Perlakuan Tidak Menyenangkan dari Aparat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO — INFODESANEWS.COM, Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Solo, M Badrus Zaman mendapat perlakuan tidak menyebangkan dari anggota Polresta Solo. Insiden ini terjadi saat aparat melakukan razia sejumlah kendaraan di perempatan Pasar Kleco, Kamis (8/10). “Saya melihat ada kendaraan dirazia di sana (Pasar Kleco). Saya melihat kejadian itu secara langsung. Tiba-tiba saya didatangi aparat dan mendapat perlakuan kurang mengenakkan,” terang Badrus saat dikonfirmasi, wartawan, Jumat (9/10).

Badrus menduga, keberadaannya di sana (Pasar Kleco) dicurigai petugas yang diyakini merekam atau memvideo saat petugas melakukan razia. Aparat itu langsung mengambil handphone miliknya. “Tak mau Ponsel saya diambil, sejumlah anggota mendorong-dorong saya dan ada petugas yang merangkul saya hingga saya sempat terjatuh,” jelas pengacara kondang itu.

Badrus yang sudah mengatakan sebagai Ketua Peradi, rupanya tidak digubris petugas. Sejumlah kartu identitasnya juga diminta. “Saya kemudian dibawa dua anggota berpakaian preman di dekat Pasar Kleco. Di situ saya ditanya tentang identitas saya, tidak lama kemudian saya dilepas,” ungkap Badrus.

Badrus akhirnya sempat ditemui Kasat Sabhara Polresta Surakarta Kompol Sutoyo, yang menyayangkan perlakuan anggota polisi terhadap dirinya itu. “Bagaimana jika itu masyarakat yang penasaran. Atau, malah mereka dipukuli,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya menuntut Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak untuk mengambil langkah tegas terhadap anggotanya yang bersikap kasar dan tidak manusiawi tersebut. (*)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi