Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (1 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (4 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (11 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (11 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (12 jam yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (14 jam yang lalu) • Duta Baca Desa di Blora Dorong Generasi Muda Manfaatkan Gadget untuk Literasi dan Potensi Desa (15 jam yang lalu) • Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (1 hari yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (1 hari yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
NASIONAL 24 Agustus 2021, 08:35 WIB 607 PDF

Dimasa Pandemi, Konsep Pasar Sedekah Sayuran di Canangkan Koordinator BPP Malangke Barat

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dimasa Pandemi, Konsep Pasar Sedekah Sayuran di Canangkan Koordinator BPP Malangke Barat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL, INFODESANEWS – Seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tak menyia – nyiakan pekarangan rumahnyabdi tumbuhi rerumputan liar. Dia mencoba coba segala hal yang baru untuk keluarga, tetangga dan petani.

Hal itu dilakukan Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Malangke Barat, Ambottang, SP hanya semata untuk kesejahteraan keluarga, tetangga sekitarnya dan untuk petani di wilayah binaannnya.

” Kebun dipekarangan rumahnya diberi nama pasar sedekah, dimana keluarga, tetangga sekitarnya bahkan relasi, sahabat bisa datang mengambil sayuran yang ditanam di pasar sedekah. Dan dia mencoba memakai pupuk eco farming,” katanya pada media ini via whatsapp, Senin 23 Agustus 2021.

Sudah puluhan ibu-ibu rumah tangga disekitarnya, keluarga mengambil berbagai jenis sayuran dan juga kebutuhan sehari-sehari lainnya yang disediakan di kebun sayurnya yang diberi nama pasar sedekah di masa pandemi corona virus,” ini cuma-cuma alias gratis supaya masyarakat tahu juga bahwa ada pupuk organik yang bebas bahan kimia yakni pupuk organik Eco Farming,” sebutnya lagi.

Tampaknya Ambottang Koordinator BPP Malangke Barat puas dan senang dengan hasil sayuranndengan memakai pupuk organik eco farming, dan hasilnya denfan sebuah konsep sedekah di tengah pandemi corona virus yang masih berlangsung. Sedekah kebutuhan dapur diberikan untuk membantu masyarakat, tetangga dan keluarga sekitarnya.

“Ambottang dengan sengaja menciptakan sebuah pasar sedekah dipekarangannya, untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Di kebun pekarangannya ini, masyarakat yang datang bebas mengambil apapun sayuran yang dikehendaki dan ini cuma-cuma, hanya membayar dengan doa yang tulus,” tuturnya berceloteh.

Di pasar sedekah ini tersedia berbagai jenie sayuran dan kebutuhan dapur seperti, Sayur-sayuran. Setiap masyarakat tetangga, relasi yang datang bebas mengambil sayuran-sayuran apa yang mereka butuhkan dan cukup membayarnya dengan doa yang tulus.

“Dengan doa ini diharapkan pula masyarakat mendapat rezeki yang melimpah sehingga pasar sedekah ini bisa terus bermanfaat bagi warga masyarakat,” ucap Koordinator BPP Malangke Barat, seraya menambahkan saya berharap ini bermanfaat di tengah situasi ekonomi yang sangat sulit berkepanjangan seperti sekarang ini.

Lanjut Ambottang mengatakan, masa pandemi corona virus hingga kini masih berlangsung dan hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat berpengaruh. Cukup banyak masyarakat yang banting tulang untuk sekedar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Hanya saja terkadang mereka terbentur dengan situasi yang belum kondusif.

Seperti petani, di masa panen sayur juga mengalami kesulitan dalam hal penjualan. Panen mereka yang melimpah tak hanyak terserap pasar karena permintaan mengalami penurunan yang cukup banyak akibat kondisi ekonomi yang belum berpihak.

Menurutnya, saat ini warga di Bumi Lamaranginang terkhusus di Kecamatan Malangke dan Malangke Barat ini sangat terdampak pandemi. Seperti misalnya banyak petani yang kesulitan untuk menjual hasil panen mereka, di satu sisi banyak masyarakat yang juga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.(yustus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi