Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (4 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (7 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (9 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (11 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (11 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (11 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (11 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 18 Januari 2018, 22:47 WIB 1,175 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Disaat Panen Melimpah Petani Berharap Pemerintah Jangan Mengimpor Beras

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Disaat Panen Melimpah Petani Berharap Pemerintah Jangan Mengimpor Beras
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Demak, Infodesanews.com – Babinsa Koramil 10/Guntur Kodim 0716/Demak Kopka Mulyadi melaksanakan Upsus Pendampingan pertanian panen padi milik Bukhori, (60th) kelompok tani SAE desa Turi Tempel Guntur dengan luas 1 Ha Jenis Padi Ciherang dengan hasil yang memuaskan sekitar 8,4 Ton, Kamis ( 18/1/2018).

Padi merupakan komoditi tanaman pangan yang memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan sehingga dari sisi Ketahanan Pangan Nasional fungsinya menjadi amat Penting dan Strategis.

Pendampingan Pertanian dengan para Petani, maka Babinsa akan lebih menyatu dengan rakyat dan kemanunggalan TNI dengan rakyat akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa karena sesungguhnya jati diri TNI adalah Tentara yang lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat.

Babinsa bisa berperan sebagai Komunikator, Fasilitator, Advisor, Motivator, Edukator, Organisator dan Dinamisator melalui Pengawalan dan Pendampingan kegiatan UPSUS (Upaya Khusus) Peningkatan Produksi Padi dalam Pencapaian Swasembada Pangan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produksi, salah satu di antaranya pendampingan dan pengawalan.

Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 10 Guntur selalu berupaya maksimal dalam melaksanakan Upsus pendampingan petani dalam menyukseskan Program Swasembada Pangan Nasional dan Upsus Pendampingan Petani ini merupakan wujud Kepedulian TNI melalui Babinsa terhadap wilayah Binaanya dengan harapan dapat terjalin hubungan yang kuat antara Petani dan Babinsa. Babinsa merupakan salah satu penggerak bagi para petani (pelaku utama),

Sementara itu menurut kelompok Kelompok Tani SAE, salah satu kelompok tani Desa Turi, dengan ketua kelompoknya bapak Sengari (52th) mengungkapkan bahwa dengan adanya Babinsa di Desa Turi Tempel, kelompok tani SAE sangat senang karna di samping bisa membantu para petani di saat panen,, Babinsa juga memberi Semangat para petani saat Berkerja, jadi kehadiran Babinsa Desa sangat di Harapkan, Babinsa juga bisa menjaga ketertiban di Desa itu sendiri,”ungkap Sengari.

Sengari menambahkan melalui Babinsa mengharapkan kepada Pemerintah jangan sampai pemerintah mengimpor beras karena kalau pemerintah mengimpor beras akan merugikan petani,”kata Sengari mengungkapkan kepada Babinsa Kopka Mulyadi.

“Empat bulan sudah kami lakukan tanam. Ini hampir panen. Lha kok pemerintah malah berencana impor beras. Apa enggak merugikan petani?” ujarnya.

Kalau sampai pemerintah impor beras bersamaan dengan panen raya, maka sama saja dengan merugikan petani. “Harga beras bisa jatuh gara-gara kemasukan beras impor,” katanya.

Di MT (Musim Tanam) I 2018 untuk Desa Turi tempel cukup Bagus dan memuaskan dan tepat waktu karena panen bisa dilakukan pada bulan Januari.”Semoga saat panen ini. Beras impor tidak jadi masuk. Biar petani bisa sejahtera karena harga beras bagus dan menguntungkan mereka,” pungkasnya.(Pendim 0716/Demak)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi