Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (5 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (11 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (19 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (21 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (21 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (22 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (22 jam yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 30 Juli 2025, 09:13 WIB 1,286 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Disdikbud Lampung Wajibkan Siswa Baca Tulis 10 Menit, Thomas Amirico Edaran Segera Diterbitkan

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Disdikbud Lampung Wajibkan Siswa Baca Tulis 10 Menit, Thomas Amirico Edaran Segera Diterbitkan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG, INFODESANEWS – Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun generasi cerdas dan berkarakter kembali ditunjukkan melalui langkah nyata Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung.
Dibawah kepemimpinan Thomas Americo, Disdikbud menghadirkan inovasi baru demi memperkuat budaya literasi di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Terobosan ini disampaikan langsung oleh Thomas Americo saat menjadi narasumber dalam kegiatan akbar Gebyar Literasi Nasional yang digelar Relawan Literasi Lampung di Nuwa Baca Zainal Abidin, Bandar Lampung, pada Senin (29/07/2025).

Dalam pernyataannya, Thomas dengan penuh semangat menyampaikan bahwa pihaknya akan menerbitkan surat edaran resmi yang mendorong seluruh sekolah di Provinsi Lampung untuk menyediakan waktu khusus 10 menit setiap hari guna membiasakan siswa membaca dan menulis.

“Iya, kedepan kita akan buat edaran supaya literasinya meningkat,” ujar Thomas disambut antusias para pegiat literasi, guru, dan siswa yang hadir.

Menurutnya, kebiasaan sederhana membaca dan menulis secara rutin adalah pondasi penting dalam membangun generasi pembelajar yang kritis dan kreatif.

Karena itu, ia menegaskan bahwa gerakan ini harus dilakukan secara masif dan terstruktur di setiap satuan pendidikan.

“Jadi, kita kasih waktu 10 menit untuk mereka membaca dan menulis,” jelasnya.

Lebih jauh, Thomas menyampaikan harapan besarnya agar seluruh pihak di dunia pendidikan dapat bersinergi mendukung program ini. “Kita harapkan semua ya, oke ya. Minggu depan banyak ini, kita buatin ya. Makasih ya,” ucapnya penuh optimisme.

Langkah Thomas Americo ini menuai banyak pujian. Para relawan literasi dan komunitas pendidikan menilai bahwa gebrakan yang diinisiasi Disdikbud Lampung ini sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini.

Ditengah derasnya arus digital dan menurunnya minat baca generasi muda, gagasan memberi ruang waktu khusus membaca dan menulis setiap hari dinilai sebagai strategi yang cerdas dan visioner.

“Pak Thomas adalah contoh kepala dinas yang tidak hanya berpikir administratif, tapi benar-benar hadir sebagai motor penggerak perubahan. Kami salut dengan terobosan ini,” ujar Rani pegiat literasi dalam acara tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen dan kepedulian kepala dinas terhadap kemajuan literasi di daerah.

“Kami sangat mengapresiasi Pak Thomas. Beliau tidak hanya hadir secara simbolis, tapi benar-benar membawa semangat perubahan nyata. Langkah kecil seperti memberi waktu 10 menit membaca dan menulis setiap hari ini dampaknya akan sangat besar jika diterapkan secara konsisten,” ujar Rani.

Ia menambahkan bahwa apa yang dilakukan Disdikbud Lampung menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah bisa menjadi motor penggerak gerakan literasi dari akar rumput.

“Pak Thomas adalah sosok pejabat publik yang punya kepekaan terhadap pentingnya literasi. Beliau tidak bicara teori, tapi langsung pada aksi. Dan itu sangat kami hargai,” ujarnya.

Bagi Rani, kehadiran dan perhatian pemerintah terhadap gerakan literasi bukan hanya memberi energi baru bagi para relawan, tapi juga meneguhkan bahwa membangun budaya baca bukan tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama.

“Langkah ini bisa menjadi tonggak sejarah lahirnya gerakan literasi berbasis kebijakan di sekolah. Dan Lampung bisa menjadi pelopor,” tambahnya (***Ronald)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi