Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (30 menit yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (9 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (9 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (15 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu)
INFODESA 01 Juni 2018, 04:03 WIB 1,705 PDF

DPD KNPI Kota Semarang Gelar Dialog Keagamaan dan Doa kebangsaan

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

DPD KNPI Kota Semarang Gelar Dialog Keagamaan dan Doa kebangsaan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Jihad dalam perpsektif damai memiliki makna bersungguh-sungguh dalam usaha membuat dunia ini menjadi baik. Dalam lingkup kehidupan bernegara, jihad dimaknai dengan Cinta tanah air dan bangsa dengan upaya yang sungguh-sungguh memperjuangkan bangsa dan Negara. Diungkapkan oleh Ketua FKPT Jateng, Dr. Drs. Budiyanto, SH. MHum dalam Dialog Keagamaan dan Doa Kebangsaan yang digelar oleh DPD KNPI Kota Semarang di Krisna Room Hotel Siliwangi Semarang, sore ini (31/5).

“Jadilah garda terdepan untuk menjaga keutuhan Negara, dan kedaulatan NKRI” kata Budiyanto, “karena Cinta tanah air adalah sebagian dari iman,” imbuhnya, “Kalimat ini memang sengaja ditanamkan para Ulama yang mendirikan Negara ini, jadi gejolak yang ada saat ini seolah sudah terbaca jauh sebelum Indonesia merdeka,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Mengusung tema Pemuda Sebagai Garda Terdepan Dalam Melawan Radikalisme, Dialog menghadirkan pula Ketua NBB (Nusantara Bangkit Bersatu), Prof. Dr. Pdt. Tjahjadi Nugroho. Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan bahwa teroris ini sejatinya perilaku kolaps, atau bangkrut. Karena itulah tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menciptakan rasa takut dan aksi teror. Untuk itu, dia berharap para pemuda meneguhkan Iman, menguatkan karakter bangsa, dan memiliki bekal ilmu yang bermanfaat bagi bangsa. Organisasi teror ini bukan Organisasi agama dan bukan berlandaskan agama, kata Tjahjadi, hanya mengatasnamakan Agama.

Tjahjadi berpendapat, IKI (Iman, Karakter, dan Ilmu) adalah bekal bagi pemuda saat ini dalam melawan radikalisme-terorisme. Pendidikan agama mesti dengan pemaknaan yang betul. Menurutnya, pendidikan dari tingkat keluarga sampai pemerintah harus terselenggara pendidikan agama yang sesuai dengan bingkai dan karakter bangsa. Dengan ilmu yang benar tentunya akan terhindar dari penipuan, dan tidak tersesat dalam mengarungi kehidupan.

Menjawab pertanyaan peserta, Budiyanto mengungkapkan secara de facto, nilai-nilai Pancasila telah ada sejak ratusan dan bahkan ribuan tahun sebelum Negara ini terbentuk. Para pendiri bangsa ini berusaha menggali nilai-nilai tersebut sebagai rumusan dasar Negara, dan secara de jure Pancasila disepakati sebagai ideologi, dasar bangsa Indonesia. Bangsa ini sudah menyadari, dan menghayati tentang ketuhanan sebelum Agama-agama muncul di Indonesia. Hal ini, menurutnya, menunjukkan pada hakikatnya bangsa Indonesia sebagai bangsa yang religius, bangsa bijaksana yang mengerti nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, permusyawaratan, dan keadilan sosial.

Menutup dialog, Ketua Umum DPP IKA UNNES ini menegaskan, Saat ini memang sudah tak ada Penataran P4, tapi bukan berarti Pancasila kita lupakan dan tinggalkan. Pancasila ini ideologi bangsa yang harus dihayati, dijiwai, dan menjadi pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di mana pun. Selama bangsa Indonesia mengamalkan Pancasila secara konsisten, maka bangsa Indonesia akan menjadi negara yang besar dan yang kuat.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi